Ekonomi Inspirasi Nasional
Beranda / Nasional / Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Semester II 2026, WFH hingga Diskon Transportasi Diperpanjang

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Semester II 2026, WFH hingga Diskon Transportasi Diperpanjang

papuatengah.news, JAKARTA – Pemerintah pusat bergerak cepat menyusun strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II tahun 2026 melalui sejumlah stimulus ekonomi dan kebijakan kerja fleksibel.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin pemerintah guna memastikan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan optimal pada paruh kedua tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu kebijakan yang diputuskan untuk diperpanjang adalah penerapan work from home (WFH).

Menurut Airlangga, hasil evaluasi selama dua bulan terakhir menunjukkan kebijakan transformasi budaya kerja tersebut memberikan dampak positif, terutama terhadap efisiensi konsumsi energi nasional.

“Tadi kita evaluasi terkait WFH dalam dua bulan dan terlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen, jadi hasilnya cukup baik, dan oleh karena itu diputuskan untuk dilanjutkan dua bulan ke depan,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa.

Menaker Pastikan Pemerintah Cari Solusi Cegah PHK di Tengah Pelemahan Rupiah

Kebijakan WFH tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk kemungkinan penerapannya di sektor swasta.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus sektor transportasi dan pariwisata untuk mendorong pergerakan ekonomi domestik selama masa libur sekolah dan Natal 2026 serta Tahun Baru 2027.

Untuk periode libur sekolah pada 20 Juni hingga 15 Agustus 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp190,5 miliar guna memberikan berbagai potongan harga transportasi kepada lebih dari tiga juta penerima manfaat.

Stimulus tersebut meliputi diskon tiket kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026, diskon tarif dasar kapal Pelni sebesar 30 persen pada 20 Juni hingga 15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Sementara untuk periode Natal dan Tahun Baru 2027, pemerintah kembali menyiapkan stimulus sebesar Rp161,4 miliar dengan skema diskon serupa untuk moda transportasi kereta api, kapal laut Pelni, dan penyeberangan ASDP.

Kepala Distrik Homeyo Apresiasi Kerja Bakti Pembangunan Pagar Puskesmas Pogapa

Pemerintah juga memberikan stimulus besar bagi sektor penerbangan melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp472,7 miliar untuk masa libur sekolah dan meningkat menjadi Rp722 miliar selama periode libur Natal dan Tahun Baru, ditambah diskon Airport Tax sebesar 50 persen.

Di sektor industri kreatif, pemerintah juga memberikan insentif perpajakan bagi para penulis dengan menetapkan Pajak Penghasilan Final royalti sebesar 1,5 persen.

“Terkait perpajakan bagi penulis, tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak, untuk penulis diberikan PPh Final royalti sebesar 1,5 persen,” jelas Airlangga.

Sementara di bidang ketenagakerjaan, pemerintah menyiapkan Program Magang Nasional dan Vokasi Nasional mulai Juli 2026.

Pertamina Tambah 450 Ribu Liter Minyak Tanah Subsidi di Papua Maluku Jelang Idul Adha

Program Magang Nasional mendapatkan alokasi anggaran Rp4,14 triliun dengan target 150 ribu peserta guna memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp2,12 triliun untuk program vokasi nasional yang menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja agar kembali siap bersaing di pasar kerja nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement