Dogiyai Hukum & Kriminal Nasional
Beranda / Nasional / Kebakaran Perumahan Pemda Dogiyai Diduga Akibat Korsleting Listrik, Pemilik Bantah Isu Kompor Meledak

Kebakaran Perumahan Pemda Dogiyai Diduga Akibat Korsleting Listrik, Pemilik Bantah Isu Kompor Meledak

Dogiyai – Kebakaran yang melanda Perumahan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dogiyai di Tokapo, Papua Tengah, pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIT diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemilik rumah, Yohanes You, yang juga merupakan pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai.

Yohanes menjelaskan, sehari sebelum kejadian telah muncul tanda-tanda gangguan listrik di dalam rumahnya.

“Sore sebelumnya lampu kamar tiba-tiba mati, padahal sebelumnya tidak pernah begitu. Saya pakai senter HP sampai pagi,” ungkapnya.

Muncul Asap dari Plafon, Korban Sempat Pingsan

Pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIT, aktivitas di rumah berlangsung seperti biasa. Adik perempuan Yohanes, Oktopince You, pergi ke kebun, sementara di rumah hanya tinggal ibu mereka, Natalia Agapa (58), yang sedang sakit bersama dua cucunya.

ABK Asal Lampung Jadi Korban Perbudakan Modern di Mimika, Dipaksa Kerja 3 Tahun Tanpa Gaji hingga Alami Stroke

Rumah tersebut terdiri dari dua bangunan terpisah, yakni rumah utama dan dapur. Saat Yohanes berangkat ke kantor, rumah utama dalam kondisi terkunci, sementara dapur tidak dikunci.

Sekitar pukul 10.25 WIT, Natalia melihat asap keluar dari bagian plafon rumah utama yang kemudian disusul munculnya api.

Ia sempat berusaha membuka pintu untuk menyelamatkan barang, namun gagal karena pintu terkunci dan kunci dibawa oleh Yohanes.

“Mama sudah berusaha gedor pintu, tapi tidak kuat. Asap sudah tebal, akhirnya mama pingsan di belakang rumah,” kata Yohanes.

Tangisan dari dalam rumah kemudian terdengar oleh warga sekitar yang segera datang membantu. Korban bersama dua cucunya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Odekomo untuk mendapatkan perawatan medis.

Baru 6 Hari Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Dugaan Suap Rp1,5 Miliar

Bantah Isu Kompor Meledak

Yohanes menegaskan tidak ada aktivitas memasak saat kejadian berlangsung. Kompor berada di dapur dan tidak digunakan, bahkan tidak tersedia minyak tanah pada saat itu.

Ia juga membantah informasi yang beredar di masyarakat terkait penyebab kebakaran.

“Berita yang bilang kompor meledak atau anak-anak main api itu tidak benar. Api pertama kali terlihat dari plafon rumah utama, jadi kami duga ini murni korsleting listrik,” tegasnya.

Kerugian Besar, Tidak Ada Korban Jiwa

Akibat peristiwa tersebut, dua unit rumah dinas hangus terbakar. Seluruh harta benda ikut musnah, termasuk dokumen penting seperti ijazah, SK kepegawaian, perangkat elektronik, kendaraan, serta barang pribadi lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.

Konflik di Kembru Puncak Memanas, DPR Papua Tengah Minta Warga Sipil Dilindungi

Yohanes memastikan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah mengambil surat tanda penerimaan laporan kebakaran di Polres Dogiyai,” ujarnya.

Imbau Media Utamakan Verifikasi

Di akhir keterangannya, Yohanes juga menyoroti sejumlah pemberitaan awal yang dinilai tidak akurat karena tidak melakukan konfirmasi langsung kepada pihak keluarga.

“Waktu kejadian mama sebagai saksi utama sudah pingsan. Jadi tidak mungkin dimintai keterangan saat itu. Seharusnya media menunggu dan melakukan verifikasi,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pihak, khususnya media, untuk mengedepankan prinsip akurasi dan verifikasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement