NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengungkapkan bahwa krisis ketersediaan dan tingkat kehadiran guru masih menjadi persoalan utama yang dihadapi dunia pendidikan di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran serta menurunnya kemampuan literasi peserta didik.
Krisis Guru Jadi Tantangan Utama Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida Nawipa, SE, menyampaikan bahwa rendahnya jumlah guru yang tersedia serta tingkat kehadiran tenaga pendidik di sekolah menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan pendidikan.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak ruang kelas mengalami kekurangan guru sehingga proses pembelajaran belum berjalan secara optimal.
Kompetensi dan Panggilan Mengajar Perlu Diperkuat
Nurhaida menjelaskan bahwa selain keterbatasan jumlah guru, kualitas kompetensi serta rendahnya panggilan jiwa untuk menjadi pendidik turut menjadi faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan di Papua Tengah.
Karena itu, pemerintah menilai diperlukan upaya yang lebih terarah untuk menyiapkan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan akademik sekaligus komitmen mengabdi di daerah.
KPG Jadi Pusat Pembentukan Calon Guru
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil alih pengelolaan Kolese Pendidikan Guru (KPG) berbasis asrama.
Lembaga tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembentukan calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, semangat pengabdian, serta kemampuan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya Papua Tengah.
Bersinergi dengan Program PPG
Program penguatan KPG akan dijalankan melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Fokus utama program ini adalah mencetak tenaga pendidik untuk jenjang PAUD, TK, dan SD guna memenuhi kebutuhan guru di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Kuota 120 Peserta dari Seluruh Distrik
Pemerintah menetapkan kuota penerimaan sebanyak 120 calon siswa KPG pada tahun 2026.
Sistem penerimaan dilakukan dengan prinsip keterwakilan, yakni satu peserta dari setiap distrik di Papua Tengah. Seleksi dilaksanakan secara ketat dengan mempertimbangkan prestasi akademik, status sebagai putra-putri asli daerah, serta hasil tes psikologi yang mengukur panggilan jiwa menjadi guru dan komitmen mengabdi di daerah asal.
Bangun SDM Unggul dari Papua Tengah
Menurut Nurhaida, kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi pembangunan pendidikan yang menempatkan Papua Tengah sebagai pusat pencetak sumber daya manusia unggul.
Pemerintah ingin memastikan proses penyiapan tenaga pendidik dilakukan di daerah sendiri sehingga mampu menghasilkan guru yang memahami karakter masyarakat, budaya lokal, serta kebutuhan pendidikan di setiap wilayah.
Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Melalui penguatan Kolese Pendidikan Guru, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dapat mengatasi kekurangan tenaga pendidik secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dasar di seluruh wilayah.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik yang profesional, berdedikasi, dan siap mengabdi untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah.

Komentar