Internasional
Beranda / Internasional / Serangan Udara Israel Hantam Beirut Selatan, Dua Orang Tewas dan Belasan Terluka

Serangan Udara Israel Hantam Beirut Selatan, Dua Orang Tewas dan Belasan Terluka

BEIRUT, Papuatengah.news – Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (7/6/2026). Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam kawasan padat penduduk tersebut.

Berdasarkan laporan awal yang disampaikan National News Agency (NNA), rudal menghantam dua unit apartemen di kawasan Mreijeh–Tahwita al-Ghadir, wilayah yang berada di selatan ibu kota Lebanon dan dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman padat.

Tim penyelamat dan petugas keamanan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta menilai tingkat kerusakan bangunan yang terdampak serangan.

Serangan terbaru ini menambah panjang daftar eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah yang dalam beberapa bulan terakhir terus memanaskan situasi keamanan di kawasan perbatasan Israel-Lebanon.

Hingga kini, otoritas Lebanon masih melakukan pendataan korban dan investigasi terkait dampak serangan terhadap infrastruktur sipil di sekitar lokasi kejadian.

Kemhan Siapkan Kedatangan Giuseppe Garibaldi, Indonesia Segera Miliki Kapal Induk Pertama

Pengamat politik Timur Tengah, Ali Rizk, menilai Hezbollah berada dalam posisi yang sulit untuk menentukan respons atas serangan terbaru tersebut.

Menurutnya, apabila Hezbollah memilih membalas serangan, risiko pecahnya konflik berskala lebih besar di kawasan akan meningkat. Sebaliknya, jika tidak merespons, Israel berpotensi menganggap serangan terarah di Beirut selatan sebagai pola operasi yang dapat terus dilakukan.

“Jika mereka merespons, itu langkah yang berisiko. Namun jika tidak, Israel bisa menganggap serangan terarah di Beirut selatan sebagai hal yang normal dan dapat diulang,” ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Rizk juga menilai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemungkinan akan berupaya menekan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar tidak melakukan serangan lanjutan yang berpotensi menggagalkan berbagai upaya diplomasi dan perdamaian yang tengah berlangsung.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah saat ini masih sangat kompleks sehingga berbagai skenario eskalasi tetap berpotensi terjadi.

Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Militer Israel di Wilayah Hizbullah Lebanon

“Netanyahu dinilai memiliki kepentingan untuk mengganggu proses perundingan damai. Karena itu, berbagai skenario berbahaya masih bisa terjadi dalam waktu dekat,” katanya.

Serangan di Beirut selatan kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan di Lebanon, yang hingga kini masih menghadapi ancaman meningkatnya konflik regional di tengah ketegangan berkepanjangan antara Israel dan Hezbollah.

(Redaksi Papuatengah.news)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement