MIMIKA, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia menggelar puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan konsep berbeda dan lebih dekat dengan masyarakat. Tidak sekadar seremoni, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Juni 2026, di halaman Graha Eme Neme Yauware ini dikemas dalam bentuk festival lingkungan yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan rakyat.
Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, serta Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Calus Wamafma.
Mengusung tema global “Be the Solution, Not the Pollution” dan tema nasional “Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan melalui aksi nyata yang dimulai dari kehidupan sehari-hari.
Beragam kegiatan digelar selama festival berlangsung, mulai dari pameran edukasi lingkungan, hiburan rakyat, food bazar, hingga berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas, dan pelaku usaha.
Luncurkan Program ASRI
Salah satu agenda penting dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah peluncuran Program ASRI yang diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, dunia usaha, TNI-Polri, komunitas, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar Mimika tetap menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Johannes, tantangan perubahan iklim dan persoalan sampah membutuhkan kesadaran kolektif serta perubahan perilaku yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Freeport Perkuat Program Zero Waste
Sementara itu, Direktur dan EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Calus Wamafma, mengatakan perusahaan terus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan.
Salah satunya adalah penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan Program Zero Waste yang mulai diterapkan sejak awal 2026 di kawasan Kuala Kencana.
Menurut Calus, perubahan besar dalam menjaga lingkungan berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak.
“Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus akan memberikan dampak besar bagi masa depan,” katanya.
Jadi Agenda Lingkungan Terbesar di Mimika
Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Mimika sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei 2026 melalui berbagai aksi bersih lingkungan, kampanye pengurangan sampah, serta kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat dan pelajar.
Puncak kegiatan yang digelar pada 5–6 Juni ini menjadi salah satu agenda lingkungan terbesar di Kabupaten Mimika dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap momentum tersebut dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat sekaligus mendorong lahirnya berbagai gerakan nyata untuk menjaga kelestarian alam Papua bagi generasi masa depan.
(Papuatengah.news)

Komentar