Ekonomi Nasional
Beranda / Nasional / Menu Khas Banyuwangi Kini Hadir di Kereta Api, KAI Services Gandeng UMKM Lokal

Menu Khas Banyuwangi Kini Hadir di Kereta Api, KAI Services Gandeng UMKM Lokal

PAPUATENGAH.NEWS – Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni KAI Services, menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menghadirkan berbagai menu khas daerah tersebut di sejumlah perjalanan kereta api yang melayani relasi menuju dan dari Banyuwangi.

Manajer Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan kerja sama tersebut melibatkan dua UMKM kuliner ternama di Banyuwangi, yakni Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan. Melalui kolaborasi ini, para penumpang kereta api dapat menikmati cita rasa khas Banyuwangi selama perjalanan.

“Seluruh kuliner ini bisa dinikmati di kereta api yang berelasi dengan stasiun Banyuwangi,” ujar Nyoman.

Menurutnya, Warung Mbok Wah dikenal luas dengan sajian nasi tempong, kuliner khas Banyuwangi yang memadukan lalapan dengan sambal bercita rasa pedas khas berbahan tomat ranti. Terdapat tiga varian menu yang kini tersedia di kereta api, yakni nasi tempong ayam, nasi tempong udang, dan nasi tempong telur.

Sementara itu, UMKM Srengenge Wetan menghadirkan sejumlah menu unggulan seperti ayam lodoh, nasi bakar, plecing ayam, serta nasi tempong ayam yang menjadi favorit masyarakat Banyuwangi.

Syukuran Bakar Batu dan Penegasan Tapal Batas Adat, Suku Mee Siriwo dan Suku Aiwai Perkuat Persaudaraan di Nabire

Menu-menu tersebut dapat dinikmati oleh penumpang di sejumlah kereta api jarak jauh, di antaranya KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang, KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang, KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap–Ketapang, dan KA Logawa relasi Purwokerto–Banyuwangi.

Region Head Regional 9 Jember KAI Services, Yullyandra Mursyal, menjelaskan bahwa sajian kuliner khas Banyuwangi mulai tersedia di kereta api sejak Mei 2026. Meski baru diluncurkan, menu tersebut mendapat sambutan positif dari para penumpang.

“Setiap harinya rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi terjual habis dalam satu keberangkatan kereta. Respons penumpang sangat baik,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh menu dimasak langsung oleh mitra UMKM di Banyuwangi sehingga kualitas dan keaslian cita rasanya tetap terjaga sebelum didistribusikan ke layanan restorasi kereta api.

“Kami bekerja sama langsung dengan mitra kuliner lokal. Menu dimasak oleh mereka dan dikirim dari stasiun untuk dijual di restorasi kereta api, sehingga cita rasa khas Banyuwangi tetap terjaga,” ujarnya.

PT Freeport dan PSSI Lanjutkan KNVB Coaching Clinic, Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola Papua

Melalui program ini, KAI Services tidak hanya memperkaya pilihan kuliner bagi pelanggan kereta api, tetapi juga turut mendukung promosi dan pengembangan UMKM lokal agar semakin dikenal oleh masyarakat luas dari berbagai daerah di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement