Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa keamanan siber kini menjadi tulang punggung kehidupan berbangsa dan bernegara di era digital.
Penegasan tersebut disampaikan Djamari saat menghadiri BSSN Executive Town Hall 2026, kegiatan yang diinisiasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai upaya memperkuat integritas informasi, data, sistem, dan ruang siber nasional.
“Keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan. Ini adalah prasyarat mutlak untuk menjaga stabilitas politik, keamanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan,” ujar Djamari dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin awal tahun, melainkan ruang konsolidasi strategis untuk menyatukan visi dan misi, menajamkan arah kebijakan, serta memastikan kesiapan BSSN menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.
Djamari mengajak seluruh jajaran BSSN untuk terus memperkuat peran sebagai garda strategis pertahanan bangsa di ruang siber.
“Jadilah benteng pertahanan Indonesia di Padang Kurusetra baru ini, dengan semangat profesionalisme, responsivitas, integritas, dan inovasi yang tinggi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dibandingkan proses penyusunan regulasi. Tantangan ke depan dinilai semakin berat dengan munculnya serangan berbasis kecerdasan artifisial, pemanfaatan quantum computing, hingga penggunaan teknologi deepfake untuk disinformasi skala besar.
“Dengan dilandasi semangat kebersamaan, disiplin, serta visi yang sama, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang lebih tangguh, lebih aman, dan lebih berdaulat di era digital,” kata Djamari.
Menurutnya, ketahanan siber yang kuat akan memastikan seluruh potensi sumber daya strategis bangsa dapat dikelola secara optimal demi kesejahteraan rakyat serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, makmur, dan berkualitas.

Komentar