TIMIKA, Papuatengah.news – Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika terus mendorong pelestarian seni dan budaya lokal melalui pembangunan sanggar seni serta penguatan sektor ekonomi kreatif. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi kreatif.
Pembangunan Sanggar Terus Dilanjutkan
Kepala Disbudparekraf Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin, mengatakan pembangunan sanggar seni telah dilaksanakan sejak tahun 2025 dengan memanfaatkan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Sebanyak enam sanggar telah dibangun untuk mendukung pelestarian budaya masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro. Pada tahun 2026, pemerintah kembali melanjutkan pembangunan tiga sanggar yang difokuskan untuk kegiatan seni ukir dan anyaman khas Papua.
Pengembangan Dilakukan Secara Bertahap
Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan pembangunan sanggar seni dapat menjangkau seluruh distrik di wilayah Mimika.
Namun demikian, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Pembinaan Sanggar Dilaksanakan Secara Berkelanjutan
Selain pembangunan sarana, Disbudparekraf Mimika juga secara rutin melaksanakan pembinaan terhadap sanggar-sanggar seni.
Program pembinaan meliputi pelatihan musik tradisional, penyelenggaraan perlombaan tari antarsanggar, pemberian peralatan musik, pembangunan rumah produksi, hingga keikutsertaan dalam festival budaya dan pameran seni baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif
Pemerintah daerah berharap keberadaan sanggar seni tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui pengembangan pertunjukan seni, festival budaya, serta produksi kerajinan seperti ukiran dan anyaman khas Papua, masyarakat diharapkan memperoleh nilai tambah ekonomi dari kekayaan budaya lokal yang dimiliki.
UMKM Peroleh Pendampingan dan Pelatihan
Disbudparekraf Mimika juga terus meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.
Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pelatihan pengemasan produk bagi pelaku UMKM di Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Dukung Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif
Pemerintah Kabupaten Mimika turut memfasilitasi pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif melalui keikutsertaan peserta dalam ajang Pemilihan Putri Otonomi Daerah Indonesia 2026.
Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman, meningkatkan kompetensi, sekaligus mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Kabupaten Mimika di tingkat nasional.
Tingkatkan Kompetensi Pelaku Pariwisata
Ke depan, Disbudparekraf Mimika akan melaksanakan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata berbasis sertifikasi.
Program tersebut ditujukan bagi kelompok pemandu wisata dan karyawan hotel di Kabupaten Mimika, disertai kegiatan studi tiru bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ke Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat.
Komitmen Kembangkan Seni dan Pariwisata Daerah
Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelestarian seni budaya, pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Melalui pembangunan sanggar, pembinaan komunitas seni, penguatan UMKM, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemerintah berharap potensi budaya dan pariwisata Mimika dapat berkembang menjadi sektor unggulan yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Komentar