TIMIKA, Papuatengah.news – Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mencatat produksi telur ayam yang melampaui kebutuhan pasar lokal sehingga kini mampu memasok kebutuhan telur ke sejumlah wilayah di pegunungan Papua. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan positif sektor peternakan unggas yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa, menjelaskan bahwa tingginya produksi telur di daerah tersebut membuat Mimika tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah, bahkan telah menjadi salah satu daerah penyuplai telur di Papua.
Produksi Telur Terus Meningkat
Dalam keterangannya, Emma Kornelia Korwa menyampaikan bahwa produksi telur ayam di Kabupaten Mimika mencapai sekitar 15,82 ton per hari.
Jumlah tersebut setara dengan produksi sekitar 237.258 butir telur setiap hari, sehingga dalam satu bulan total produksi dapat mencapai 474,516 ton. Menurutnya, angka tersebut telah melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Mimika.
Penuhi Kebutuhan Daerah Sendiri
Pemerintah Kabupaten Mimika menilai tingginya produksi telur lokal menjadi bukti berkembangnya sektor peternakan ayam petelur di wilayah tersebut.
Karena produksi yang terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah telah menghentikan masuknya pasokan telur dari luar daerah agar hasil produksi peternak lokal dapat terserap secara optimal.
Jadi Pemasok Wilayah Pegunungan
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat Mimika, produksi telur yang melimpah kini juga didistribusikan ke sejumlah daerah di wilayah pegunungan Papua.
Salah satu daerah yang rutin menerima pasokan telur dari Mimika adalah Kabupaten Puncak, sehingga surplus produksi tersebut turut mendukung ketersediaan pangan di wilayah lain di Papua.
Peternak Rasakan Permintaan Stabil
Peternak ayam petelur di Mimika, Simon Tukan, mengatakan produksi telur lokal saat ini terus mengalami peningkatan sehingga mampu memenuhi permintaan dari luar daerah.
Ia mengaku secara rutin mengirim telur ke Wamena, Papua Pegunungan, dengan frekuensi pengiriman yang menyesuaikan kebutuhan pasar. Menurutnya, permintaan dari wilayah pegunungan tetap berjalan dengan baik.
Harga Telur Bervariasi
Simon Tukan menjelaskan bahwa harga telur yang dipasarkan di Mimika disesuaikan dengan ukuran telur yang dihasilkan.
Untuk satu rak telur, harga berkisar mulai dari Rp50 ribu hingga Rp70 ribu untuk ukuran jumbo, sehingga masyarakat memiliki pilihan sesuai kebutuhan.
Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Keberhasilan Mimika menghasilkan surplus telur dinilai menjadi pencapaian penting dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Papua Tengah.
Pemerintah daerah berharap produktivitas peternak ayam petelur terus meningkat sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan, memperluas distribusi ke berbagai wilayah Papua, serta memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak lokal.

Komentar