Nabire Rohani
Beranda / Rohani / Ketua FKUB Ajak Warga Jaga Kerukunan Idulfitri, 60 Relawan Disiagakan di Nabire

Ketua FKUB Ajak Warga Jaga Kerukunan Idulfitri, 60 Relawan Disiagakan di Nabire

Nabire – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ignatius Robertus Adii, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan keamanan menjelang momentum Hari Raya Idulfitri di Papua Tengah, khususnya di Nabire.

Ia menegaskan bahwa terciptanya situasi aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali.
“Kita menjaga supaya Papua, khususnya Nabire, tetap aman. Dalam setiap kegiatan harus tercipta situasi yang kondusif,” ujarnya.

Tak hanya sebatas imbauan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga terlibat langsung dalam menjaga stabilitas daerah. Ignatius mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan sekitar 60 relawan lintas agama untuk membantu pengamanan dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Tahun lalu dan tahun ini kami menurunkan sekitar 60 personel relawan yang langsung terlibat di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, FKUB terus aktif mengedukasi masyarakat agar menjaga toleransi antarumat beragama serta memperkuat komunikasi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat.

Produksi Grasberg Mulai Bangkit! Freeport Targetkan Normal dalam 2–3 Pekan, Investasi Rp337 Triliun Mengintai

Menurutnya, koordinasi dan sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif. FKUB secara rutin menggelar pertemuan untuk memantau perkembangan situasi di daerah.

“Dalam satu bulan kami bisa bertemu dua sampai tiga kali untuk membahas kondisi di Papua Tengah, khususnya di Nabire,” katanya.

Ignatius juga mendorong peran FKUB di tingkat kabupaten agar semakin aktif dan terintegrasi dengan FKUB provinsi, sehingga upaya menjaga harmoni sosial dapat menjangkau hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama terciptanya kedamaian.

Momentum Idulfitri, menurutnya, bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persaudaraan lintas iman demi menjaga Papua Tengah tetap aman, damai, dan harmonis.

Sem Wanimbo Peringatkan Sebby Sambom Hentikan Narasi Provokatif, Jaga Kondusivitas Papua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement