Nabire – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Nabire berlangsung penuh haru sekaligus menginspirasi. Momentum ini menjadi gambaran nyata semangat pendidikan inklusif yang terus tumbuh di Tanah Papua.
Sosok yang mencuri perhatian dalam upacara tersebut adalah Deki Degei, seorang siswa dengan keterbatasan fisik yang dipercaya memimpin jalannya upacara. Dengan langkah tegap dan suara lantang, ia menjalankan tugasnya di hadapan guru, siswa, dan tamu undangan.
Penampilan Deki menjadi simbol kuat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
Kepala SLB Nabire, Yosafat Nawipa, menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Deki merupakan implementasi nyata nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara, yang menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi setiap anak.
“Keterbatasan fisik bukan halangan untuk memimpin. Deki telah membuktikan bahwa tekad dan semangat mampu mengalahkan segala rintangan. Ini adalah pesan penting Hardiknas tahun ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga meresmikan SLB Pembina di Nabire sebagai langkah konkret memperkuat pendidikan inklusif. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, turut memberikan apresiasi terhadap berbagai program pendidikan, termasuk inisiatif sekolah gratis yang terus didorong untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dalam amanat upacara, pembina mengajak seluruh peserta untuk terus memperjuangkan pendidikan inklusif.
“Dari SLB Nabire, kita belajar bahwa pendidikan tidak mengenal kata cacat. Yang ada hanyalah semangat yang hadir dengan cara berbeda,” tegasnya.
Upacara ditutup dengan penampilan tarian dan pembacaan puisi oleh siswa-siswi SLB, disertai yel-yel penuh semangat: “Pendidikan untuk Semua, Dari Papua untuk Indonesia.”
Suasana haru dan bangga menyatu, meninggalkan pesan kuat bahwa kesetaraan dalam pendidikan bukan sekadar wacana, melainkan harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Komentar