Juru bicara sayap militer Organisasi Papua Merdeka, yakni Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengaku berniat melepas posisinya sebagai corong utama organisasi tersebut.
Sambom menyatakan keinginannya untuk mundur dipicu oleh konflik internal antara dirinya dan salah satu Komando Daerah Pertahanan (Kodap) OPM, termasuk dengan sejumlah milisi bersenjata. Namun, ia tidak merinci secara spesifik bentuk konflik yang melatarbelakangi rencana pengunduran diri tersebut.
Dalam wawancara melalui aplikasi pesan singkat dari wilayah perbatasan Papua Nugini (PNG), Sambom menyebut adanya dugaan pengkhianatan di dalam tubuh TPNPB-OPM. Ia menuding pimpinan salah satu Kodap OPM beserta anggotanya bergerak di luar garis perjuangan organisasi.
Menurut pengakuannya, sekitar dua bulan lalu ia telah mengajukan pengunduran diri secara lisan. Namun, permintaan tersebut tidak disetujui oleh Kepala Staf Umum TPNPB-OPM, Mayjen (OPM) Teryanus Sato.
“Dua bulan lalu saya sudah mengajukan mundur secara lisan kepada Mayjen Teryanus Sato. Tapi tidak disetujui, karena menurut beliau belum ada pengganti yang memiliki loyalitas, militansi dan kualifikasi setara dengan saya. Dan sampai saat ini juru bicara TPNPB-OPM masih tetap saya pegang,” ujar Sambom.
Ia menambahkan, apabila benar-benar mundur dari jabatan juru bicara, dirinya berencana fokus pada kegiatan diplomatik, termasuk pengadaan perlengkapan militer untuk mendukung kebutuhan personel TPNPB.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan TPNPB-OPM lainnya terkait rencana pengunduran diri tersebut maupun isu konflik internal yang disampaikan Sambom.

Komentar