TIMIKA, PapuaTengah.news – Bupati Mimika Johannes Rettob menilai temu alumni Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara para alumni dan pemerintah dalam mendorong pembangunan di tanah Papua.
Johannes Rettob mengatakan keberadaan Yayasan Binterbusih selama ini telah memberikan kontribusi dalam mencetak generasi muda Papua yang kemudian mengambil peran sebagai pemimpin maupun profesional, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Bapak ibu sekarang luar biasa, memegang semua profesi di tanah Papua dan punya pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat dan generasi muda Papua. Saya berharap alumni ini menjadi mitra pemerintah di semua daerah dan memberikan kontribusi untuk pembangunan di daerah masing-masing,” kata Johannes di Timika, Jumat.
Menurutnya, pertemuan alumni tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menyatukan gagasan serta membangun gerakan bersama melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Papua.
Ia menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak karena pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
“Hari ini saya secara khusus menyampaikan kepada alumni Binterbusih, kita bekerja sama dan selalu berkoordinasi dan ini menjadi dasar kita membangun daerah kita,” ujarnya.
RANGKAIAN TEMU ALUMNI DI PAPUA TENGAH
Direktur Yayasan Binterbusih Pascalis Abner mengatakan temu alumni ke-V Yayasan Binterbusih se-Tanah Papua turut dirangkaikan dengan kegiatan bedah buku karya Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih, Paul Sudiyo.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan ibadah syukur pada Sabtu (5/9/2026) sebagai bentuk penghormatan atas 50 tahun karya dan pengabdian Paul Sudiyo bagi generasi muda Papua.
“Ibadah syukur 50 tahun karya Bapak Paul Sudiyo untuk generasi muda Papua dan kemudian syukur karena bulan Maret kemarin beliau genap berusia 75 tahun,” ujar Pascalis.
Ia menjelaskan, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para alumni untuk mengungkapkan rasa syukur atas pendidikan dan pembinaan yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan di Pulau Jawa bersama Yayasan Binterbusih.
Setelah kembali ke Papua, para alumni diharapkan dapat mengambil peran lebih besar sebagai mitra pemerintah sekaligus menjadi penggerak masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan di seluruh tanah Papua.
ALUMNI SIAP MEMBENTUK WADAH BERSAMA
Ketua Panitia Temu Alumni ke-V Yayasan Binterbusih, Nenu Tabuni, mengatakan kegiatan dipusatkan di Provinsi Papua Tengah dengan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak sebagai tuan rumah.
Persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih tujuh bulan hingga seluruh rangkaian mencapai puncaknya pada pelaksanaan temu alumni dan agenda syukur.
“Beliau seorang tokoh yang ada di tanah Papua, mendidik anak-anak Papua dengan tidak membeda-bedakan anak Papua mulai dari pesisir hingga pegunungan dan hasilnya kami bergabung kurang lebih 600 orang tersebar di enam provinsi, dan Mimika dan Puncak ini jadi alumni terbanyak,” jelas Nenu.
Selain temu alumni dan bedah buku, peserta akan membahas sejumlah agenda yang berkaitan dengan kontribusi alumni dalam pembangunan Papua. Salah satu gagasan yang mengemuka ialah pembentukan organisasi alumni sebagai wadah bersama untuk memperkuat peran mereka ke depan.
Nenu mengatakan organisasi tersebut nantinya diharapkan memiliki struktur kepengurusan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan pemilihan ketua umum.
“Kami juga akan melakukan pemilihan ketua umum, karena kami mau agar ini menjadi satu organisasi dimana kepengurusannya dimulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten sehingga wadah mempersatukan kami untuk membangun sumber daya manusia ke depan,” katanya.
TERSEBAR DI ENAM PROVINSI
Para alumni Yayasan Binterbusih kini tersebar di enam provinsi di tanah Papua dan telah mengisi berbagai bidang kehidupan. Mereka tercatat berkiprah sebagai gubernur, bupati, pejabat pemerintahan, politisi, pimpinan maupun anggota DPR tingkat kabupaten dan provinsi, pengusaha serta pemimpin lembaga agama dan adat.
Keberadaan para alumni di berbagai sektor tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tanah Papua.

Komentar