TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyiapkan bantuan bahan makanan bagi masyarakat Kampung Arwanop dan Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, yang menghadapi keterbatasan pangan akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Kepala Distrik Tembagapura Dev Richard Tatiratu mengatakan bantuan tersebut disiapkan atas instruksi Bupati Mimika Johannes Rettob untuk segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Jika tidak ada halangan Senin (7/9) atau Selasa (8/9) kami akan melakukan pengiriman tahap pertama ke Arwanop dan setelah itu kami akan laksanakan lagi untuk Kampung Tsinga,” kata Dev di Timika, Sabtu.
Ia menjelaskan, pemerintah distrik saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk menentukan mekanisme pengangkutan bantuan mengingat jumlah bahan makanan yang akan dikirim cukup besar.
PENGIRIMAN MENYESUAIKAN KONDISI WILAYAH
Dev menyebut bantuan yang dipersiapkan berupa beras dan minyak goreng. Bantuan yang sebelumnya diperkirakan sekitar 22 ton kemudian bertambah setelah adanya tambahan bahan makanan dan sekitar 200 karton minyak goreng.
“Bantuan itu terdiri dari beras dan minyak goreng. Kemarin sebenarnya 22 ton tetapi ada penambahan lagi bahan makanan dan minyak goreng sekitar 200 karton sehingga jumlahnya jadi bertambah,” ujarnya.
Ia mengatakan proses distribusi menjadi tantangan tersendiri karena Arwanop dan Tsinga memiliki kondisi geografis yang sulit dijangkau. Akses menuju kedua kampung tersebut hanya dapat ditempuh melalui transportasi udara menggunakan pesawat berbadan kecil maupun helikopter.
Jarak antara sejumlah permukiman dengan lapangan terbang juga cukup jauh. Bahkan, terdapat wilayah yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama satu hari melewati perbukitan.
“Masyarakat bersabar, karena kalau kami pakai pesawat itu langsung kami turunkan di kampung-kampung terdekat, tetapi Bapak Bupati sampaikan dia tidak mau masyarakatnya susah. Karena ada kampung yang akses ke lapangan terbang itu sangat jauh, melewati bukit-bukit dan itu ditempuh dengan jalan kaki selama satu hari. Karena itu pengangkutan harus menggunakan helikopter,” jelasnya.
KOORDINASI PENYALURAN TERUS DIPERKUAT
Pemerintah Distrik Tembagapura juga melakukan koordinasi dengan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Arwanop dan Tsinga untuk memastikan proses pengiriman hingga penyaluran bantuan dapat berjalan secara efektif dan diterima masyarakat.
Dev mengatakan kondisi kedua kampung saat ini cukup terdampak kemarau panjang. Persediaan air bersih dan bahan makanan yang dimiliki warga mulai mengalami penurunan.
“Kami berharap dengan pengiriman bantuan bahan makanan ini bisa membantu masyarakat yang ada di Arwanop dan Tsinga,” ujarnya.
Pemkab Mimika berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat selama kondisi kemarau panjang masih berlangsung.

Komentar