MANOKWARI, Papuatengah.news – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat Daya pada Triwulan II Tahun 2026 tumbuh sebesar 2,82 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi daerah yang terutama didorong oleh meningkatnya kinerja sektor konstruksi serta realisasi belanja pemerintah selama April hingga Juni 2026.
Ekonomi Tumbuh Positif Secara Tahunan dan Triwulanan
Kepala BPS Papua Barat, Merry, mengatakan selain mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 2,82 persen, ekonomi Papua Barat Daya juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,03 persen dibandingkan Triwulan I 2026 (quarter to quarter/q-to-q).
“Kalau dibanding dengan triwulan I tahun 2026, ekonomi Papua Barat Daya tumbuh tipis 0,03 persen (q-to-q),” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan tersebut mencerminkan mulai meningkatnya aktivitas ekonomi domestik yang didukung berbagai sektor produktif.
Nilai PDRB Mengalami Peningkatan
BPS mencatat volume produksi barang dan jasa riil yang tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mencapai Rp6,62 triliun, meningkat dibandingkan Triwulan I 2026 yang sebesar Rp6,44 triliun.
Sementara itu, nilai transaksi riil atau PDRB atas dasar harga berlaku juga meningkat menjadi Rp10,15 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp9,73 triliun.
“Kenaikan dua indikator tersebut mengonfirmasi adanya pergerakan aktivitas ekonomi domestik yang ekspansif dan produktif sepanjang April hingga Juni 2026,” jelas Merry.
Sektor Konstruksi Jadi Motor Pertumbuhan
Merry menjelaskan hampir seluruh lapangan usaha di Papua Barat Daya mengalami pertumbuhan positif pada Triwulan II 2026.
Hanya sektor jasa pendidikan yang mengalami kontraksi sebesar 0,64 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, sektor konstruksi menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yakni 7,78 persen (yoy), disusul sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor jasa keuangan dan asuransi.
“Jasa konstruksi juga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan andil 0,97 persen terhadap perekonomian Papua Barat Daya Triwulan II Tahun 2026,” katanya.
Industri Pengolahan Masih Mendominasi Struktur Ekonomi
Meskipun sektor konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar, struktur ekonomi Papua Barat Daya masih didominasi oleh industri pengolahan.
BPS mencatat industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 17,96 persen terhadap total PDRB, diikuti sektor konstruksi sebesar 14,95 persen, serta sektor perdagangan sebesar 14,22 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi di Papua Barat Daya.
Belanja Pemerintah Berperan Besar Dorong Pertumbuhan
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 17,65 persen (yoy).
Selain itu, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,28 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meningkat 6,25 persen, dan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,21 persen.
BPS mencatat konsumsi pemerintah memberikan andil sebesar 2,76 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada Triwulan II 2026.
Meski demikian, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam pembentukan PDRB dengan kontribusi mencapai 49,26 persen.
Ekspor Mengalami Kontraksi
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang positif, BPS mencatat ekspor barang dan jasa Papua Barat Daya masih mengalami kontraksi.
Komponen ekspor yang memiliki kontribusi sebesar 42,90 persen terhadap PDRB tercatat mengalami penurunan sebesar 13,70 persen (yoy) dibandingkan Triwulan II 2025.
“Sebagian besar komponen pengeluaran di Provinsi Papua Barat Daya pada Triwulan II 2026 mengalami pertumbuhan, kecuali ekspor barang dan jasa,” kata Merry.
Menurutnya, tingginya aktivitas pembangunan infrastruktur serta percepatan realisasi belanja pemerintah berhasil menahan perlambatan ekonomi yang dipengaruhi lemahnya kinerja ekspor.
Aktivitas konstruksi yang terus meningkat dinilai berkaitan erat dengan pembangunan berbagai infrastruktur, kawasan permukiman, serta fasilitas publik, sementara belanja pemerintah turut mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor jasa dan perdagangan.

Komentar