NABIRE, PapuaTengah.news – PT Bank Papua memperkuat dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Tanah Papua melalui pemanfaatan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR). Tahun ini, jumlah penerima manfaat bantuan yang disalurkan melalui kolaborasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditingkatkan menjadi 600 orang.
Pimpinan Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, Matheus Althiberg Mual, mengatakan penyediaan anggaran CSR merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang ditetapkan melalui mekanisme internal.
“Kami dari Bank Papua, sesuai dengan komitmen dan amanat undang-undang, wajib menyiapkan anggaran CSR. Besaran dan peruntukannya selalu dibicarakan di dalam forum komite yang diputuskan bersama oleh komisaris, direksi dan divisi terkait,” ujar Matheus saat diwawancarai di Aula DPPKB Kabupaten Nabire, Kamis (17/9/2026).
BERSINERGI MELALUI PROGRAM GENTING
Dalam penanganan stunting, Bank Papua bekerja sama dengan BKKBN melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Menurut Matheus, gerakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencegah dan menekan angka stunting.
Dukungan tersebut kemudian diintegrasikan dalam program CSR unggulan Bank Papua bertajuk SAHABAT Bank Papua, singkatan dari “Satu Hati Bangun Tanah Papua Bersama Bank Papua”.
“Kami memiliki program CSR yang diakronimkan sebagai SAHABAT Bank Papua, yaitu ‘Satu Hati Bangun Tanah Papua Bersama Bank Papua’, yang berkomitmen penuh memajukan daerah,” jelasnya.
PENERIMA MANFAAT DITAMBAH DUA KALI LIPAT
Bank Papua sebelumnya telah memberikan bantuan kepada lebih dari 300 penerima manfaat melalui BKKBN. Setelah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, jumlah penerima pada tahun ini ditingkatkan menjadi 600 orang.
“Di tahun lalu kami menyalurkan bantuan melalui BKKBN untuk lebih dari 300 penerima manfaat. Untuk tahun ini, kita naikkan dua kali lipat menjadi 600 penerima manfaat,” ungkap Matheus.
Ia mengatakan evaluasi bersama BKKBN menunjukkan adanya perkembangan positif pada anak-anak yang mendapatkan intervensi, antara lain terlihat dari peningkatan berat dan tinggi badan.
“Kami percaya Papua ini akan maju jika generasi mudanya kuat, cerdas dan kreatif. Untuk melahirkan generasi seperti itu, syarat utamanya mereka wajib bebas dari stunting,” tegasnya.
DATA PENERIMA DIKUMPULKAN PETUGAS LAPANGAN
Dalam memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang membutuhkan, Bank Papua mengandalkan koordinasi dengan instansi pemerintah yang memiliki data dan akses langsung ke masyarakat.
Matheus mengakui lembaga perbankan tidak memiliki data lapangan secara langsung sehingga dukungan BKKBN dan Dinas Kesehatan diperlukan dalam proses penentuan penerima.
Pendataan dilakukan secara berjenjang oleh Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PPLKB), yang mengumpulkan data riil calon penerima secara langsung di lapangan.
DUKUNGAN MENCAKUP TENAGA PENDAMPING
Selain memberikan bantuan asupan gizi, program CSR Bank Papua juga mencakup dukungan operasional bagi petugas yang menjalankan distribusi bantuan.
“Selain menyediakan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui dan Balita, kami juga menyiapkan honor operasional bagi para PPLKB yang mengantarkan bantuan langsung ke rumah-rumah penerima manfaat,” pungkas Matheus.
Melalui kolaborasi dengan BKKBN dan instansi teknis lainnya, Bank Papua berharap intervensi yang diberikan dapat terus menjangkau keluarga sasaran sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas tumbuh kembang anak di Tanah Papua.

Komentar