TIMIKA, PapuaTengah.news – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak generasi muda di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi penggerak perubahan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026).
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dilaksanakan di Kampung Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh. Pemilihan wilayah tersebut menjadi salah satu pesan bahwa pembangunan di Kabupaten Mimika harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk kampung-kampung di pesisir dan pedalaman.
Dalam sambutannya, Johannes Rettob menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN JADI BEKAL PEMUDA
Johannes mengatakan, generasi muda Mimika perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan.
Menurutnya, bekal tersebut penting agar pemuda mampu mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia juga mendorong pemuda agar tidak hanya menunggu kesempatan datang, tetapi berani mengambil inisiatif dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.
“Generasi muda Mimika agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman. Pendidikan, keterampilan, kreativitas dan kewirausahaan harus menjadi bekal bagi pemuda untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
AJAK PEMUDA BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, Johannes mengingatkan generasi muda agar menjadi pengguna informasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Pemuda diharapkan mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya serta tidak mudah mempercayai berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, ia mengajak generasi muda menjauhi narkoba, kekerasan, dan perundungan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Johannes juga menekankan pentingnya membangun karakter melalui kebiasaan sederhana, seperti disiplin waktu, bertanggung jawab, menghormati sesama, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
“Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk mulai berbuat baik. Mulailah dari hal sederhana, disiplin waktu, bertanggung jawab, saling menghormati, dan menyelesaikan perbedaan dengan dialog,” ajaknya.
PERSATUAN MENJADI KEKUATAN MEMBANGUN MIMIKA
Menurut Johannes, pembangunan Mimika tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi, kepedulian, dan kontribusi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan dapat berlangsung secara inklusif serta memberikan manfaat bagi semua.
Ia menilai peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat persatuan dan memperkuat komitmen bersama dalam memajukan daerah.
Perbedaan suku, bahasa, adat istiadat, dan latar belakang masyarakat Mimika, lanjutnya, bukan alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan sosial dan mendorong kemajuan daerah.
Johannes berharap pemuda dapat mengambil peran sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan dan mendukung pembangunan.
PEMBANGUNAN HARUS MENJANGKAU PESISIR DAN PEDALAMAN
Johannes menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda di Kampung Potowaiburu bukan sekadar pemilihan lokasi kegiatan, melainkan membawa pesan mengenai pemerataan pembangunan di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Kehadiran pemerintah dan manfaat berbagai program pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat hingga wilayah pesisir dan pedalaman.
“Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Kehadiran pemerintah dan manfaat pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat hingga kampung-kampung, termasuk wilayah pesisir dan pedalaman,” ujarnya.
Distrik Mimika Barat Jauh merupakan wilayah yang berada jauh dari Kota Timika dan berbatasan langsung dengan Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Pelaksanaan upacara di wilayah tersebut diharapkan menegaskan pentingnya perhatian pembangunan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
PEMUDA MIMIKA BERHAK MENDAPATKAN KESEMPATAN YANG SAMA
Lebih lanjut, Johannes menegaskan bahwa seluruh pemuda di Kabupaten Mimika memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, meraih prestasi, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 dapat mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan produktif.
Melalui semangat persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemerataan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap pemuda dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampung Potowaiburu menjadi pengingat bahwa masa depan Mimika merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan aktif generasi muda dan dukungan seluruh masyarakat, pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.

Komentar