TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyerahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Kopi Tunas Jaya di Kabupaten Mimika, Jumat (23/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa untuk mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua Tengah.
Gubernur Meki Nawipa mengatakan, Papua Tengah memiliki potensi kopi yang besar, terutama dari perkebunan rakyat di wilayah dataran tinggi. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan yang lebih baik, serta penguatan pemasaran agar kopi lokal memiliki daya saing.
“Kopi dari dataran tinggi kita sudah dikenal karena cita rasanya,” ujar Meki.
Menurutnya, pengembangan perkebunan kopi rakyat diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya melalui subsektor perkebunan yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
LIMA JENIS MESIN DUKUNG PENGOLAHAN KOPI
Meki menjelaskan, selama ini petani masih menghadapi kendala dalam proses pascapanen karena sebagian pengolahan dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat proses produksi membutuhkan waktu lebih lama, mutu biji kopi belum seragam, dan harga jual di tingkat petani masih relatif rendah.
Padahal, penanganan setelah panen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kopi sebelum dipasarkan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemprov Papua Tengah menyerahkan lima jenis peralatan pengolahan kopi kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kabupaten Mimika. Bantuan tersebut terdiri atas satu unit mesin pengupas kulit kopi basah (pulper), satu unit mesin pengupas kulit kopi kering (huller), satu unit mesin sangrai (roasting), satu unit mesin penggiling (grinder), serta satu unit alat penyegel kemasan.
Melalui bantuan ini, petani diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus menghasilkan produk kopi dengan mutu yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
DORONG PENINGKATAN NILAI JUAL KOPI LOKAL
Gubernur Meki berharap, pemanfaatan peralatan pascapanen tersebut dapat membantu petani meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Dengan dukungan mesin pengolahan, petani tidak hanya menjual buah kopi merah atau cherry, tetapi juga berpeluang memasarkan biji kopi hijau (green bean) dan kopi bubuk.
Pengembangan produk olahan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha yang lebih luas, meningkatkan pendapatan kelompok tani, serta memperkuat posisi kopi Papua Tengah di pasar nasional hingga ekspor.
Menurut Meki, pengembangan komoditas kopi perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk.
Karena itu, bantuan peralatan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong petani agar semakin mampu mengelola usaha kopi secara produktif dan berorientasi pada pasar.
PENERIMA BANTUAN DIMINTA MERAWAT PERALATAN
Meki menegaskan bahwa peralatan yang diberikan merupakan aset bersama kelompok tani sehingga harus dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Ia mengingatkan agar bantuan tersebut tidak dijual, dipindahtangankan, atau dibiarkan rusak tanpa pemanfaatan.
“Kepada kelompok tani penerima, saya titipkan pesan alat ini adalah milik bersama kelompok. Gunakan, rawat dan manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan dijual, jangan dipindahtangankan dan jangan dibiarkan rusak. Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” pesannya.
Sebagai tindak lanjut, dinas terkait akan memberikan bimbingan teknis mengenai pengoperasian dan perawatan mesin, serta melakukan pendampingan melalui penyuluh di lapangan.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu kelompok tani menggunakan peralatan secara tepat, menjaga keberlanjutan pemanfaatannya, dan meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan produk kopi berkualitas.
PERKUAT KOPERASI DAN AKSES PASAR
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan, Pemprov Papua Tengah juga berencana mendorong penguatan kelembagaan koperasi dan kemitraan antara petani dengan pembeli maupun off-taker. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat rantai usaha kopi dari hulu hingga hilir.
Promosi produk kopi Papua Tengah juga akan menjadi bagian dari upaya memperluas pasar dan memperkenalkan potensi kopi lokal kepada konsumen yang lebih luas.
Dengan dukungan peralatan, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, serta perluasan akses pemasaran, pemerintah berharap usaha kopi rakyat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, kopi diharapkan tidak hanya menjadi hasil perkebunan, tetapi juga sumber pendapatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

Komentar