MANOKWARI, Papuatengah.news – Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari menargetkan pembangunan 155 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat diselesaikan seluruhnya pada akhir Agustus 2026.
Pembangunan koperasi tersebut merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan melalui penyediaan pusat pelayanan ekonomi yang inklusif dan mandiri.
Sebagian Besar Proyek Hampir Rampung
Kepala Staf Kodam XVIII/Kasuari, Brigadir Jenderal Dian Hardian, mengatakan progres pembangunan KDKMP hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Menurutnya, sekitar 70 unit koperasi telah mencapai progres pembangunan 100 persen, sementara sisanya rata-rata telah mencapai sekitar 90 persen.
“Kami menargetkan hingga akhir bulan ini, semua KDKMP sudah selesai dibangun dan saya yakin bisa selesai,” ujarnya.
Geografi Papua Jadi Tantangan Pembangunan
Hardian menjelaskan, penyelesaian pembangunan KDKMP di wilayah Papua menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, hingga tingginya harga material bangunan.
Menurutnya, faktor-faktor tersebut membuat proses pembangunan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain di Indonesia.
“Kita ketahui bersama bahwa wilayah Papua umumnya banyak tantangan dari sisi geografis, transportasi sampai biaya bahan bangunan,” katanya.
Ia menambahkan, di sejumlah daerah lain seperti Pulau Jawa, pembangunan koperasi serupa bahkan telah selesai dan mulai beroperasi.
Libatkan Masyarakat Melalui Sistem Padat Karya
Dalam pelaksanaannya, TNI mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu menyelesaikan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pembangunan dilakukan dengan menerapkan sistem padat karya yang melibatkan masyarakat setempat sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
Dorong Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan
Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat perekonomian desa, meningkatkan ketahanan pangan nasional, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.
“KDKMP nantinya menjadi pusat pelayanan ekonomi yang inklusif dan mandiri,” kata Hardian.
Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih baik terhadap berbagai layanan ekonomi, termasuk distribusi kebutuhan pokok, pengembangan usaha produktif, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Didukung Dana Desa Rp334,5 Miliar
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Papua Barat, Legius Wanimbo, mengatakan pembangunan KDKMP di Papua Barat didukung alokasi Dana Desa yang diperkirakan mencapai Rp334,5 miliar.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembangunan koperasi, mulai dari pembentukan dan penguatan kelembagaan, penyediaan modal usaha, pembangunan gerai dan gudang, hingga penyediaan sarana pendukung lainnya.
Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah berharap seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Komentar