Nabire Papua
Beranda / Papua / Lembaga Adat Amungme Desak Pembebasan Sembilan Perempuan di Jila, TPNPB Klaim Terima Seruan

Lembaga Adat Amungme Desak Pembebasan Sembilan Perempuan di Jila, TPNPB Klaim Terima Seruan

NABIRE, PapuaTengah.news – Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme menyerukan pembebasan segera terhadap sembilan perempuan yang disebut masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Seruan tersebut disampaikan melalui siaran pers bertanggal 22 Agustus 2026 dan ditujukan kepada pihak terkait sebagai upaya mencegah jatuhnya korban jiwa serta menjaga keselamatan masyarakat sipil di wilayah Jila.

Dalam siaran tersebut, Panglima Tinggi TPNPB-OPM Goliath Tabuni menyatakan telah menerima seruan dari Lembaga Masyarakat Adat Amungme dan meminta agar tuntutan tersebut dipandang sebagai suara masyarakat adat yang menginginkan terciptanya kedamaian.

Lembaga Adat Beri Batas Waktu 24 Jam

Lembaga Masyarakat Adat Amungme memberikan batas waktu satu kali 24 jam agar sembilan perempuan tersebut segera dikembalikan kepada keluarga dan masyarakat.

Tuntutan tersebut disampaikan dengan pertimbangan keselamatan warga sipil serta untuk mencegah konflik yang lebih luas di Distrik Jila dan wilayah sekitarnya.

LEMASA Kutuk Penyanderaan Sembilan Perempuan di Jila, Desak Pembebasan Tanpa Syarat

Lembaga adat menilai keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian persoalan tersebut.

TPNPB Klaim Terima Seruan Masyarakat Adat

Pihak TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyatakan telah menerima tuntutan yang disampaikan oleh Lembaga Masyarakat Adat Amungme.

Pihak tersebut menyebut akan menyampaikan perkembangan mengenai keberadaan dan kondisi sembilan perempuan melalui jalur komando yang berlaku.

Selain itu, komunikasi yang disampaikan tokoh adat, tokoh gereja maupun perwakilan masyarakat yang berkaitan dengan keselamatan warga sipil disebut akan diteruskan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan.

Keselamatan Warga Sipil Jadi Perhatian

Situasi di Distrik Jila menjadi perhatian sejumlah pihak setelah sebelumnya terjadi dugaan pembawaan paksa terhadap sembilan perempuan, termasuk anak-anak dan seorang perempuan yang disebut sedang hamil muda.

Pemprov Papua Tengah Berikan Subsidi Angkutan Udara, Enam Rute Mulai Beroperasi 24 Agustus

Persoalan tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan ketegangan apabila tidak segera diselesaikan melalui pendekatan damai dan mengedepankan kepentingan masyarakat sipil.

Tokoh Adat Diharapkan Jadi Jembatan Perdamaian

Lembaga Masyarakat Adat Amungme diharapkan dapat memainkan peran sebagai jembatan komunikasi dalam upaya penyelesaian persoalan di Jila.

Pendekatan melalui tokoh adat, tokoh agama, dan unsur masyarakat dinilai penting untuk mendorong penyelesaian yang mengutamakan keselamatan warga serta mencegah terjadinya kekerasan lanjutan.

Penyelesaian secara damai diharapkan dapat menjaga situasi keamanan di Distrik Jila tetap terkendali sekaligus memastikan sembilan perempuan tersebut dapat kembali dengan selamat kepada keluarga dan masyarakat.

Pemprov Papua Tengah Gerak Cepat Tangani Karhutla, Enam Armada Damkar Dikerahkan di Nabire

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement