MIMIKA, Papuatengah.news – Seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk nyaris menjadi sasaran amukan warga setelah masuk ke area konflik antarwarga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Minggu (14/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan ketegangan karena pria itu memasuki lokasi konflik sambil menggeber-geber sepeda motor, sehingga memicu kemarahan warga yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Kwamki Narama, Yusak Sawaki, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, masyarakat segera melaporkan insiden itu kepada pihak kepolisian.
“Benar, orang mabuk masuk ke area konflik dan menggeber motor. Masyarakat melapor ke Polsek, namun yang bersangkutan sudah diamankan patroli dan dibawa ke Polres,” ujarnya melalui pesan singkat.
Diselamatkan Warga dari Amukan Massa
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, pria tersebut berhasil diamankan oleh warga sebelum situasi berkembang menjadi lebih serius. Setelah diamankan, ia kemudian diserahkan kepada seorang tokoh agama untuk menghindari terjadinya tindakan yang tidak diinginkan.
Dalam video tersebut, seorang kepala suku menjelaskan bahwa langkah penyelamatan dilakukan demi mencegah meluasnya konflik.
“Orang ini mabuk dan tidak tahu situasi. Kalau tidak segera diamankan, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Karena itu kami selamatkan dan serahkan kepada pendeta,” katanya.
Menurutnya, pria tersebut berasal dari kelompok suku yang berbeda sehingga keberadaannya di lokasi konflik berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperkeruh situasi yang sudah sensitif.
Situasi Kembali Kondusif
Berkat tindakan cepat warga, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, peristiwa tersebut berhasil diselesaikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun gangguan keamanan yang lebih besar.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik, terutama di wilayah yang sedang mengalami ketegangan antarwarga.
Secara keseluruhan, situasi di Distrik Kwamki Narama dilaporkan kembali kondusif dan berada dalam pemantauan aparat keamanan.
(Papuatengah.news)

Komentar