Kelompok bersenjata dilaporkan melakukan penyerangan terhadap rombongan kendaraan di kawasan Mile 50, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (11/3). Insiden tersebut memicu kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan strategis dan objek vital nasional itu.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto S.I.P dalam keterangannya membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura Kodim 1710/Mimika tengah melaksanakan tugas di wilayah tersebut.
“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Kapendam.
Satu Prajurit Gugur, Dua Korban Luka
Berdasarkan laporan pendahuluan yang diterima Kodam XVII/Cenderawasih, satu prajurit TNI, Serka AC, gugur dalam insiden tersebut. Selain itu, Sertu H dilaporkan mengalami perdarahan pada bagian hidung akibat dampak dari kontak tembak.
Tidak hanya aparat keamanan, satu warga sipil berinisial HR juga dilaporkan mengalami luka tembak dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Hingga kini belum dirinci kondisi terbaru korban sipil tersebut.
Seluruh korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Aparat Lakukan Pengejaran
Kapendam menyampaikan bahwa aparat keamanan saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” katanya.
Pihak TNI juga memastikan akan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan objek vital nasional di Distrik Tembagapura. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat maupun para pekerja yang beraktivitas di wilayah tersebut.
Situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian dilaporkan terus dipantau aparat gabungan guna mencegah terjadinya gangguan lanjutan.

Komentar