Internasional
Beranda / Internasional / WHO Catat 906 Kasus Suspek Ebola Bundibugyo di Kongo, 223 Kematian Masih Diselidiki

WHO Catat 906 Kasus Suspek Ebola Bundibugyo di Kongo, 223 Kematian Masih Diselidiki

PAPUATENGAH.NEWS – World Health Organization (WHO) mengumumkan terdapat 906 kasus suspek Ebola strain Bundibugyo di Democratic Republic of the Congo, termasuk 223 kematian yang diduga terkait dan masih dalam proses penyelidikan. Wabah tersebut kini menjadi perhatian internasional karena penyebarannya yang semakin luas serta tingginya angka kematian yang dilaporkan. (World Health Organization)

WHO menyebut wabah Ebola strain Bundibugyo mulai terdeteksi sejak awal Mei 2026 dan terus berkembang di sejumlah wilayah timur Kongo, termasuk Provinsi Ituri, North Kivu, dan South Kivu. Hingga 29 Mei 2026, tercatat 134 kasus terkonfirmasi di Kongo dan Uganda, dengan 18 kematian terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, sembilan kasus ditemukan di Uganda, termasuk beberapa kasus yang berasal dari Kongo. (World Health Organization)

Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena strain Bundibugyo merupakan jenis Ebola yang langka dan hingga saat ini belum memiliki vaksin maupun terapi khusus yang disetujui. WHO menyebut tingkat kematian akibat infeksi virus ini dapat mencapai 30 hingga 50 persen, meskipun perawatan medis sejak dini dapat membantu meningkatkan peluang kesembuhan pasien. (World Health Organization)

Ketua Tim Patogen Ancaman Tinggi WHO, Anais Legand, mengatakan penguatan pemeriksaan laboratorium terus dilakukan untuk mempercepat identifikasi kasus serta memastikan data epidemiologi yang lebih akurat. Menurutnya, sejumlah sampel yang masih tertunda sedang diproses dan hasilnya diharapkan segera keluar dalam beberapa hari mendatang. (Investing.com)

Meski Uganda telah melaporkan beberapa kasus terkonfirmasi, WHO menegaskan belum ditemukan penularan komunitas secara luas di negara tersebut. Pemerintah Uganda terus meningkatkan pengawasan kesehatan, pelacakan kontak erat, dan langkah pencegahan guna menghindari penyebaran lebih lanjut. (World Health Organization)

PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti

WHO sebelumnya telah menetapkan wabah Ebola Bundibugyo di Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Penetapan itu dilakukan karena tingginya jumlah kasus, penyebaran lintas negara, keterlambatan deteksi awal, serta tantangan besar dalam pelacakan dan penanganan pasien di wilayah yang padat penduduk dan memiliki masalah keamanan. (World Health Organization)

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta dukungan internasional untuk memperkuat respons kesehatan di wilayah terdampak. WHO juga mengimbau masyarakat agar mematuhi prosedur kesehatan, menghindari kontak langsung dengan pasien yang menunjukkan gejala Ebola, serta menerapkan praktik pemakaman yang aman guna menekan risiko penularan virus. (Reuters)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement