Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden China, Xi Jinping, secara resmi menyatakan kecaman terhadap rencana Amerika Serikat membangun sistem pertahanan rudal canggih bernama “Golden Dome”. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan bilateral keduanya di Beijing pada 20 Mei 2026.
Dalam pernyataan bersama, Rusia dan China menilai proyek tersebut berpotensi mengganggu stabilitas strategis global karena menggabungkan sistem pertahanan dan kemampuan ofensif secara tidak seimbang. Mereka menyebut sistem itu dapat mendeteksi, mengendalikan, dan menghancurkan berbagai jenis rudal pada berbagai tahap penerbangan.
Menurut laporan Reuters, proyek “Golden Dome” mencakup penggunaan jaringan satelit canggih dan teknologi pertahanan berbasis luar angkasa untuk menghadapi ancaman rudal dari negara lawan. Kedua negara menilai langkah tersebut dapat memicu perlombaan senjata baru dan meningkatkan ketegangan internasional.
Putin dan Xi juga menyoroti melemahnya rezim pengendalian senjata global setelah berakhirnya sejumlah perjanjian strategis, termasuk Perjanjian START Baru, tanpa adanya kesepakatan pengganti yang memadai.
Selain itu, kedua pemimpin mengingatkan bahwa pengembangan rudal jarak menengah dan pendek oleh sejumlah negara berkekuatan nuklir dapat menciptakan ancaman baru terhadap keamanan internasional jika tidak dikendalikan melalui diplomasi dan kerja sama global.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan kekuatan dunia melalui dialog, pengendalian senjata, dan komitmen bersama untuk mencegah eskalasi konflik yang dapat mengancam perdamaian internasional.

Komentar