NABIRE, PapuaTengah.news – Polres Nabire memperketat pengamanan di sekitar Pengadilan Negeri (PN) Nabire, Papua Tengah, saat berlangsungnya sidang pembacaan tuntutan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam perkara dugaan pembunuhan siswi SMP, Senin (31/8/2026).
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan pengamanan tambahan dilakukan untuk mengantisipasi dinamika massa sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya bentrokan selama proses persidangan.
“Seluruh agenda persidangan hari ini dilakukan tertutup namun berjalan aman dan tertib, meskipun sempat terjadi insiden pelemparan botol air mineral dari massa di luar saat mobil kejaksaan yang membawa ABH hendak memasuki Pengadilan Negeri Nabire,” ujar Samuel di Nabire.
Dalam pengamanan tersebut, Polres Nabire mengerahkan sebanyak 365 personel. Polisi juga memasang security barrier berupa kawat berduri di luar area PN Nabire untuk membatasi pertemuan langsung antara massa aksi dengan aparat keamanan.
Pengerahan personel tersebut disesuaikan dengan perkiraan jumlah massa yang mencapai sekitar 3.000 orang, berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang diterima kepolisian.
ANTISIPASI PENYUSUP DAN GANGGUAN KEAMANAN
Kapolres menjelaskan, pola pengamanan tersebut merupakan hasil koordinasi antara kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire, DPRK Nabire serta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT).
Menurutnya, pengamanan ekstra diperlukan mengingat pada persidangan sebelumnya sempat terjadi insiden pelemparan serta benturan antara massa dan aparat.
“Jangan sampai bentrok. Hari ini jumlah massanya banyak, sehingga untuk antisipasi penyusup ataupun ada yang ingin berbuat chaos seperti kemarin, dapat dibatasi gerakannya dengan menghadirkan security barrier,” jelasnya.
Selain pengamanan personel, kepolisian juga melakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar PN Nabire. Satu jalur jalan di depan pengadilan digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan selama persidangan.
Pengaturan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan keluarga korban untuk menyampaikan aspirasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kasus pembunuhan siswi SMP.
PERSIDANGAN BERJALAN AMAN DAN TERTIB
Samuel menegaskan, meskipun terdapat insiden pelemparan botol mineral ketika kendaraan kejaksaan memasuki area pengadilan, secara umum pelaksanaan sidang pembacaan tuntutan berlangsung aman dan tertib.
Kepolisian berharap seluruh pihak, termasuk pengurus IKT dan massa pendukung keluarga korban, dapat terus menjaga situasi keamanan pada agenda persidangan berikutnya hingga pembacaan putusan.
“Kita harapkan situasi yang ada ini dapat berjalan bersama, tetap dengan situasi seperti ini sampai di sidang putusan,” pungkasnya.
Polres Nabire juga mengimbau seluruh peserta aksi maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi persidangan untuk tetap menahan diri, menjaga ketertiban dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Komentar