Mimika
Beranda / Mimika / Pemprov Papua Tengah Perkuat Pendampingan TPOJ untuk Kembangkan Pangan Lokal

Pemprov Papua Tengah Perkuat Pendampingan TPOJ untuk Kembangkan Pangan Lokal

TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat program Tanam, Petik, Olah, Jual (TPOJ) melalui peningkatan kapasitas tenaga pendamping agar potensi pangan lokal dapat diolah menjadi sumber pangan bergizi sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Herman Kayame mengatakan, TPOJ dirancang tidak sebatas mendorong produksi pangan, tetapi mencakup proses pemberdayaan masyarakat dari tahap awal hingga produk dapat memberikan manfaat ekonomi.

PANGAN LOKAL SEBAGAI KEKUATAN EKONOMI

Menurut Herman, Papua Tengah memiliki kekayaan pangan lokal yang cukup beragam, mulai dari umbi-umbian, ikan, sayuran hingga hasil pekarangan rumah. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi keluarga.

“Pangan lokal harus kita lihat sebagai kekuatan ekonomi masyarakat Papua Tengah,” katanya dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi tenaga pendamping kelompok TPOJ.

Namun, peningkatan nilai jual pangan lokal harus berjalan seiring dengan pemenuhan standar keamanan pangan. Produk yang dihasilkan harus bersih, aman, bergizi dan memiliki kualitas yang konsisten.

Kejari Dorong Pemda Pahami Pencegahan Korupsi Sejak Perencanaan

Karena itu, para peserta ToT mendapatkan pembekalan mengenai kebersihan, pemisahan bahan mentah dan matang, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penggunaan air serta bahan baku yang aman.

DIPERSIAPKAN MENJADI PELATIH DI DAERAH

Para peserta ToT selanjutnya diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada kelompok TPOJ di wilayah masing-masing.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah Agustinus Bagau menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan delapan kabupaten dengan prioritas enam daerah, yakni Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Paniai, Deiyai dan Dogiyai.

Sementara Mimika dan Nabire turut dilibatkan untuk memperluas cakupan pendampingan program TPOJ.

Melalui pelatihan tersebut, sebanyak 30 pendamping TPOJ dari masing-masing kabupaten diberikan pengetahuan agar nantinya dapat melatih kelompok masyarakat hingga tingkat kampung atau desa.

HUT ke-81 TNI AL, Lanal Nabire Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers

“Kalau perlu setiap desa itu mereka sudah harus punya ibu-ibu yang sudah mendapatkan pengetahuan,” ujar Agustinus.

BERPELUANG DUKUNG PROGRAM MBG

Pengembangan pangan lokal melalui TPOJ juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, Herman mengingatkan bahwa produk lokal yang akan masuk dalam rantai pasok MBG tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

Produk harus memenuhi standar higienis, sanitasi, kualitas serta mekanisme pengadaan yang telah ditetapkan.

“Jangan berpikir hanya karena mempunyai produk pangan lokal, maka produk tersebut otomatis dapat masuk ke rantai pasok MBG,” tegasnya.

Menurutnya, pemenuhan standar menjadi langkah awal agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang pasar yang muncul dari program-program pemerintah, termasuk MBG.

Terekam CCTV Hendak Bakar Kios, Dua Pelaku Diburu Polres Paniai

DORONG KEMANDIRIAN DAN EDUKASI GIZI

Agustinus menyebut TPOJ merupakan salah satu program inovasi dan prioritas Gubernur Papua Tengah yang diarahkan untuk membawa pengetahuan mengenai pangan, gizi, pengolahan serta pengembangan usaha langsung kepada masyarakat.

Pendamping diminta memastikan kelompok binaan tidak berhenti pada aktivitas produksi. Mereka perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas, menciptakan inovasi produk serta menyusun rencana usaha berdasarkan potensi masing-masing wilayah.

Program TPOJ juga diharapkan menjadi media edukasi gizi bagi keluarga. Dengan demikian, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Papua Tengah.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah berharap terbentuk kelompok TPOJ yang semakin mandiri, mampu menghasilkan produk pangan berkualitas dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement