TIMIKA, PapuaTengah.news – Bupati Mimika Johannes Rettob menilai temu alumni Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) menjadi kesempatan penting untuk mempererat sinergi dalam mendukung pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia di tanah Papua.
Johannes Rettob saat ditemui di Timika, Jumat, mengatakan perjalanan Yayasan Binterbusih telah memberikan kontribusi dalam mencetak generasi muda Papua yang kemudian berkiprah di berbagai bidang, baik pada tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, para alumni saat ini telah menempati beragam profesi dan memiliki pengaruh di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk ikut mendukung pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Bapak ibu sekarang luar biasa, memegang semua profesi di tanah Papua dan punya pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat dan generasi muda Papua. Saya berharap alumni ini menjadi mitra pemerintah di semua daerah dan memberikan kontribusi untuk pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.
ALUMNI DIDORONG MENJADI MITRA PEMERINTAH
Johannes mengatakan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan secara sendiri tanpa dukungan pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, pertemuan alumni tersebut diharapkan menjadi awal untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara alumni Binterbusih dengan pemerintah di berbagai wilayah Papua.
“Hari ini saya secara khusus menyampaikan kepada alumni Binterbusih, kita bekerja sama dan selalu berkoordinasi dan ini menjadi dasar kita membangun daerah kita,” katanya.
Ia berharap para alumni dapat mengembangkan berbagai karya nyata serta turut menggerakkan masyarakat sesuai kapasitas dan bidang masing-masing.
TEMU ALUMNI DIRANGKAI BEDAH BUKU DAN IBADAH SYUKUR
Direktur Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, mengatakan Temu Alumni ke-V Binterbusih se-Tanah Papua turut dirangkaikan dengan kegiatan bedah buku karya Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih, Paul Sudiyo.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur pada Sabtu (5/9), sebagai bentuk penghargaan atas 50 tahun karya dan pengabdian Paul Sudiyo bagi generasi muda Papua.
“Ibadah syukur 50 tahun karya Bapak Paul Sudiyo untuk generasi muda Papua dan kemudian syukur karena bulan Maret kemarin beliau genap berusia 75 tahun,” ujar Pascalis.
Ia mengatakan momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para alumni untuk mengungkapkan rasa syukur atas pendidikan yang pernah mereka peroleh selama berada di Pulau Jawa melalui Yayasan Binterbusih.
Namun, setelah kembali ke Papua, para alumni diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dengan menjadi mitra pemerintah sekaligus membantu menggerakkan masyarakat di berbagai wilayah.
600 ALUMNI TERSEBAR DI ENAM PROVINSI
Ketua Panitia Temu Alumni ke-V Yayasan Binterbusih, Nenu Tabuni, menjelaskan kegiatan dipusatkan di Provinsi Papua Tengah dengan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak bertindak sebagai tuan rumah.
Persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih tujuh bulan hingga pelaksanaan puncak kegiatan.
Selain temu alumni dan bedah buku, agenda utama lainnya berupa syukuran serta doa untuk memperingati 50 tahun pengabdian Paul Sudiyo di tanah Papua.
“Beliau seorang tokoh yang ada di tanah Papua, mendidik anak-anak Papua dengan tidak membeda-bedakan anak Papua mulai dari pesisir hingga pegunungan dan hasilnya kami bergabung kurang lebih 600 orang tersebar di enam provinsi, dan Mimika dan Puncak ini jadi alumni terbanyak,” jelas Nenu.
SIAP MEMBENTUK ORGANISASI ALUMNI
Nenu menambahkan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas sejumlah agenda yang berkaitan dengan kontribusi alumni dalam pembangunan Papua.
Para alumni berkomitmen membentuk organisasi sebagai wadah bersama untuk memperkuat komunikasi dan kontribusi mereka di masa mendatang.
Rencananya, organisasi tersebut memiliki struktur kepengurusan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Dalam forum tersebut juga akan dilakukan pemilihan ketua umum.
Pembentukan wadah tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan alumni sekaligus menjadi sarana untuk bersama-sama mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua.
Saat ini, alumni Yayasan Binterbusih telah tersebar di enam provinsi di tanah Papua. Mereka berkiprah dalam berbagai bidang, termasuk sebagai gubernur, bupati, pejabat pemerintahan, politisi, pimpinan dan anggota DPR tingkat kabupaten maupun provinsi, pengusaha, serta pemimpin lembaga keagamaan dan adat.

Komentar