SORONG, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta pada 2026 untuk memperkuat promosi dan pemasaran destinasi pariwisata daerah.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan promosi, mulai dari keikutsertaan dalam pameran pariwisata, kerja sama dengan influencer, pengelolaan situs web pariwisata hingga dialog bersama pelaku usaha sektor pariwisata.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Daerah Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong Eka Jari Wahyuningsih di Aimas, Kamis, mengatakan anggaran tersebut dijabarkan dalam sejumlah subkegiatan untuk memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata.
“Anggaran Rp400 juta itu sebenarnya ada dua kegiatan, tetapi kami jabarkan menjadi beberapa subkegiatan,” katanya.
Promosi Melalui Pameran dan Digital
Eka menjelaskan salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah berupa keikutsertaan dalam pameran pariwisata di Jakarta serta kegiatan business matching di Bali.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun jejaring kerja sama dengan agen perjalanan dan pelaku industri pariwisata sehingga destinasi di Kabupaten Sorong dapat masuk dalam jaringan pemasaran wisata yang lebih luas.
Sementara itu, untuk kegiatan promosi pariwisata secara khusus dialokasikan anggaran sekitar Rp150 juta.
Dana tersebut digunakan untuk pengelolaan situs web pariwisata, kerja sama dengan influencer serta pelaksanaan kegiatan travel dialog.
Menurut Eka, keterlibatan influencer menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata Kabupaten Sorong kepada masyarakat melalui platform media sosial.
Kenalkan Berbagai Destinasi Wisata
Sejumlah destinasi yang telah dipromosikan antara lain Bendungan, Pulau Yarusel, Malasigi serta sejumlah kawasan pantai di wilayah Makbon.
Kerja sama dilakukan dengan influencer untuk menghasilkan konten visual mengenai destinasi wisata yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial.
“Kami bekerja sama dengan influencer untuk mengambil gambar di beberapa objek wisata, kemudian dipromosikan melalui media sosial dengan berkolaborasi bersama akun Instagram pariwisata Kabupaten Sorong,” ujarnya.
Selain mengandalkan media sosial, Dinas Pariwisata juga terus melakukan pengembangan dan pembaruan situs web pariwisata.
Platform tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber informasi bagi wisatawan untuk mengetahui berbagai destinasi, potensi dan informasi pendukung pariwisata yang tersedia di Kabupaten Sorong.
Bangun Kerja Sama Pelaku Wisata
Pemkab Sorong juga menyiapkan kegiatan travel dialog yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Sorong dengan pelaku perjalanan wisata yang telah beroperasi di Kota Sorong maupun wilayah lainnya.
Eka mengatakan kegiatan tersebut memiliki lingkup lokal dan diarahkan untuk membangun komunikasi antara pengelola destinasi dengan biro perjalanan yang telah memiliki jaringan wisatawan.
“Kegiatan travel dialog ini lingkupnya lokal. Kami ingin membangun komunikasi antara travel yang sudah bergerak dengan pengelola wisata di Kabupaten Sorong,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah akan melibatkan pengelola destinasi wisata, hotel, restoran serta berbagai pelaku usaha lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan paket perjalanan wisata yang memasukkan destinasi-destinasi di Kabupaten Sorong sebagai bagian dari tujuan kunjungan.
“Kami ingin mereka bisa membuat paket untuk masuk ke Kabupaten Sorong, sehingga potensi wisata yang ada bisa lebih dikenal dan dikembangkan,” ujarnya.
Travel Dialog Dijadwalkan September
Eka menyebutkan kegiatan travel dialog tersebut direncanakan berlangsung pada September 2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan pengelola destinasi dengan pelaku perjalanan wisata sehingga terbentuk pola kerja sama yang dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan.
Menurutnya, promosi pariwisata tidak cukup dilakukan melalui satu saluran. Diperlukan kombinasi antara promosi digital, pameran, kerja sama industri, penguatan informasi melalui situs web serta komunikasi langsung dengan pelaku usaha.
Dorong Ekonomi Masyarakat
Eka berharap rangkaian kegiatan promosi tersebut dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sorong sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Penguatan sektor pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan popularitas destinasi, tetapi juga memberikan dampak terhadap pengelola wisata, pelaku UMKM, jasa transportasi, hotel, restoran dan berbagai usaha pendukung lainnya.
“Kami ingin promosi tidak hanya dilakukan melalui satu kegiatan, tetapi dijabarkan dalam berbagai bentuk kerja sama dan komunikasi agar potensi pariwisata Kabupaten Sorong semakin dikenal,” katanya.
Melalui strategi promosi yang lebih beragam dan kolaboratif, Pemerintah Kabupaten Sorong menargetkan potensi wisata daerah dapat semakin dikenal serta berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Komentar