Nabire Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Pemkab Intan Jaya Tutup Latsar CPNS dan Orientasi PPPK 2024, Bupati Tekankan Integritas Aparatur

Pemkab Intan Jaya Tutup Latsar CPNS dan Orientasi PPPK 2024, Bupati Tekankan Integritas Aparatur

NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III serta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024. Kegiatan penutupan berlangsung di Aula Akper, Jalan Sam Ratulangi, Nabire, Rabu (29/7/2026), sebagai penanda berakhirnya proses pembentukan kompetensi dasar bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Intan Jaya.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., didampingi jajaran pejabat pemerintah daerah, perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Aner Maisini menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dan BPSDM Provinsi Papua atas terlaksananya pendidikan dan pelatihan yang berlangsung selama hampir dua bulan.

“Kita bisa melaksanakan kegiatan penutupan Latsar CPNS 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dengan baik sesuai rencana,” ujar Aner Maisini.


Kelulusan Jadi Syarat Pengangkatan CPNS Menjadi PNS

Bupati menegaskan bahwa kelulusan Pelatihan Dasar merupakan syarat utama bagi CPNS untuk dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara penuh dan menerima Surat Keputusan (SK) definitif.

MRP Papua Tengah Ajak Anak Manfaatkan Program Pendidikan untuk Raih Cita-cita

Selain dinyatakan lulus pelatihan dan memperoleh sertifikat, setiap peserta juga diwajibkan mendapatkan rekomendasi kesehatan dari tim dokter Pemerintah Kabupaten Intan Jaya sebelum proses pengangkatan dapat dilakukan.

“Para peserta sekalian yang perlu diingat bahwa syarat CPNS untuk pengangkatan menjadi PNS adalah dinyatakan lulus pelatihan dasar, mendapat sertifikat, dan dinyatakan clear oleh tim dokter dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur baru agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Panca Prasetya Korpri, menjaga etika, moralitas, integritas, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

“Saudara adalah pelayan masyarakat dan abdi negara, bukan sebagai penguasa. Karena itu, dalam melaksanakan tugas harus selalu mengingat nilai-nilai Panca Prasetya Korpri,” pesannya.


BPSDM Dorong Penerapan Ilmu di Lapangan

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Emanuel Korey, S.Sos., M.Si., turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan.

Bappenas Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Pengelolaan Dana Otsus yang Akuntabel untuk Percepatan Pembangunan Papua

Ia berharap seluruh materi yang diperoleh selama mengikuti Latsar maupun Orientasi PPPK dapat diterapkan secara nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berpesan kepada seluruh peserta, apa yang sudah didapat selama pelatihan agar dapat diterapkan dalam melayani masyarakat Kabupaten Intan Jaya, karena kita adalah pelayan masyarakat,” ujar Emanuel.


539 Peserta Dinyatakan Lulus

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pengembangan Karier dan Kesejahteraan Pegawai Kabupaten Intan Jaya, Harry Kiswanto, S.T., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa total peserta yang mengikuti Latsar CPNS dan Orientasi PPPK sebanyak 539 orang, terdiri atas 454 CPNS Golongan II dan III yang dibagi dalam tujuh angkatan serta 85 PPPK yang mengikuti orientasi dalam tiga angkatan.

“Peserta pendidikan Latsar dan orientasi terdiri dari 539 peserta dengan rincian CPNS Golongan II dan III sebanyak 454 orang yang dibagi menjadi tujuh angkatan serta PPPK sebanyak 85 orang yang dibagi menjadi tiga angkatan,” jelas Harry Kiswanto.

Meki Nawipa: Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Tanah Papua

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak 19 Mei 2026 menggunakan metode pembelajaran klasikal yang mengacu pada kurikulum resmi Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Berdasarkan hasil evaluasi akhir yang dilakukan oleh tim penilai, seluruh peserta yang mengikuti proses pembelajaran hingga selesai dinyatakan lulus dan berhak memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL).


Perkuat Profesionalisme ASN Intan Jaya

Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta, dilanjutkan dengan doa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta awak media.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap dapat membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, disiplin, serta memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas demi mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Intan Jaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement