NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa krisis ketersediaan dan tingkat kehadiran guru di sekolah menjadi persoalan utama yang saat ini dihadapi dunia pendidikan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap menurunnya kualitas pembelajaran dan kemampuan literasi peserta didik di berbagai daerah.
Krisis Guru Jadi Tantangan Pendidikan
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida Nawipa, saat memberikan laporan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, rendahnya panggilan jiwa mengajar serta kompetensi guru yang belum optimal menjadi salah satu penyebab utama kekurangan tenaga pendidik di ruang-ruang kelas.
Kondisi tersebut berdampak pada banyaknya kelas yang mengalami kekosongan guru sehingga memengaruhi kualitas proses belajar mengajar dan kemampuan literasi peserta didik.
KPG Berbasis Asrama Jadi Solusi
Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil alih pengelolaan Kolese Pendidikan Guru (KPG) berbasis asrama.
Lembaga tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembentukan calon guru yang memiliki kompetensi akademik, karakter, semangat pengabdian, serta kemampuan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya Papua Tengah.
Bersinergi dengan Program PPG
Pelaksanaan program akan dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Fokus utama program ini adalah mencetak tenaga pendidik untuk jenjang PAUD, TK, dan SD guna memenuhi kebutuhan guru di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Kuota 120 Calon Guru Tahun 2026
Pemerintah menetapkan kuota sebanyak 120 calon siswa KPG pada tahun 2026 dengan sistem keterwakilan satu peserta dari setiap distrik di Papua Tengah.
Kuota tersebut disusun berdasarkan kapasitas asrama serta proyeksi kebutuhan tenaga pendidik PAUD, TK, dan SD dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.
Seleksi Berdasarkan Prestasi dan Psikologi
Seleksi calon peserta dilakukan secara ketat dengan mengutamakan putra-putri asli dari masing-masing distrik yang memiliki prestasi akademik terbaik.
Selain itu, seluruh peserta diwajibkan mengikuti tes psikologi untuk mengukur panggilan jiwa sebagai guru serta komitmen mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
Bangun SDM dari Daerah Sendiri
Menurut Nurhaida Nawipa, kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi pembangunan pendidikan yang menempatkan Papua Tengah sebagai pusat pencetak sumber daya manusia unggul.
Pemerintah berharap penyiapan tenaga pendidik dari daerah sendiri mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memastikan anak-anak Papua Tengah memiliki kesempatan menjadi pendidik di wilayahnya masing-masing.
Perkuat Pendidikan Dasar Papua Tengah
Melalui penguatan Kolese Pendidikan Guru berbasis asrama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pemenuhan kebutuhan guru dapat dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dasar, memperkuat kualitas pembelajaran, serta melahirkan generasi pendidik yang memahami karakter sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.

Komentar