Mimika – Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) menyayangkan pernyataan oknum tidak bertanggung jawab yang menuding Bupati Mimika, Johannes Rettob, memfasilitasi dua kelompok yang berkonflik di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.
Wakil Ketua I Lemasko Bidang Hubungan Pemerintah dan Masyarakat, Marianus Maknaipeku, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
“Pernyataan itu tidak benar dan hanya menyebarkan hoaks. Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang menuduh Bupati Mimika seolah-olah memfasilitasi dua kelompok dalam konflik tersebut,” kata Marianus, Selasa (—).
Ia menilai pernyataan tersebut merupakan opini menyesatkan yang dapat memicu konflik baru jika terus dibiarkan berkembang di ruang publik. Menurutnya, persoalan yang terjadi di Kapiraya murni berasal dari dinamika internal masyarakat setempat dan tidak melibatkan campur tangan pemerintah daerah sebagaimana yang dituduhkan.
Sebagai lembaga adat, Lemasko mendorong kedua belah pihak yang berselisih agar segera duduk bersama menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Marianus juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi dialog terbuka guna meredam spekulasi dan menghindari kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara bersama-sama, sehingga tidak ada lagi tuduhan yang menyudutkan pihak tertentu, termasuk Bupati Mimika,” ujarnya.
Selain itu, Lemasko meminta aparat kepolisian untuk mengimbau kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Kondisi keamanan, kata Marianus, harus terus dijaga agar konflik tidak meluas.
Ia menambahkan bahwa Lemasko telah memberikan pemahaman kepada para tokoh adat dan tua-tua adat agar tidak terpancing provokasi dari pihak luar yang ingin mengintervensi persoalan Kapiraya.
“Kami sudah menyampaikan kepada para tokoh adat agar tidak terprovokasi. Yang perlu diantisipasi adalah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Marianus juga meminta oknum yang menyebarkan tudingan terhadap Bupati Mimika untuk bertanggung jawab atas pernyataannya dan tidak lagi membangun opini menyesatkan di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat melalui jalur kekeluargaan,” tutupnya.

Komentar