NABIRE, PapuaTengah.news – Kabut asap tebal kembali mengganggu aktivitas penerbangan menuju dan dari Kabupaten Nabire. Kondisi tersebut menyebabkan penerbangan Batik Air dari Ambon menuju Nabire mengalami penundaan pada Sabtu (19/9/2026) pagi.
Pesawat yang dijadwalkan terbang dari Bandara Pattimura Ambon menuju Nabire tersebut hingga pukul 09.00 WIT dilaporkan belum berangkat, meskipun waktu boarding penumpang telah terlewati.
PENUMPANG MASIH MENUNGGU KEPASTIAN
Salah seorang penumpang tujuan Nabire yang berada di ruang tunggu Bandara Pattimura Ambon mengatakan belum memperoleh kepastian mengenai waktu keberangkatan pesawat.
“Pesawat yang saya naiki (Batik Air) sampai saat ini belum terbang. Ini sudah lewat waktu dari jadwal boarding. Belum ada info dari petugas soal kepastian waktu boarding. Saya masih menunggu info lebih lanjut di ruang tunggu,” ujarnya.
Penundaan tersebut terjadi ketika kondisi cuaca dan jarak pandang di Nabire masih dipengaruhi kabut asap yang cukup tebal.
ASAP MENYELIMUTI KAWASAN BANDARA
Kondisi serupa juga dirasakan warga Nabire yang sedang menunggu kedatangan keluarganya di Bandara Nabire.
Hingga pukul 09.45 WIT, belum terdapat informasi mengenai waktu pasti pesawat Batik Air tersebut tiba di Nabire. Warga yang berada di sekitar bandara melihat asap tebal masih menyelimuti kawasan tersebut.
“Di Bandara Nabire memang terlihat asap sangat tebal. Sepanjang jalan dari kota hingga bandara juga langit gelap oleh asap. Saya dapat info dari petugas Bandara Nabire, keterlambatan pesawat karena asap tebal di sini,” tutur Nuna Embun, salah seorang warga Nabire.
GANGGU AKTIVITAS MASYARAKAT
Kabut asap disebut telah terlihat sejak pagi hari. Kondisi tersebut juga bukan kali pertama terjadi, karena sehari sebelumnya asap telah mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Nabire.
Selain berdampak terhadap aktivitas penerbangan, kondisi udara yang dipenuhi asap turut mengurangi kenyamanan warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Warga berharap penanganan terhadap sumber asap dapat dilakukan secara lebih maksimal agar kondisi tersebut tidak berlangsung berkepanjangan.
“Sepertinya semua aktivitas warga terganggu dengan bencana asap ini. Kita berharap yang pelaku pembakar lahan stop bakar-bakar,” harapnya.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya pencegahan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika asap telah berdampak pada aktivitas masyarakat dan transportasi udara di Nabire.

Komentar