NABIRE, PapuaTengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng Bank Papua untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp16,8 miliar kepada 4.000 balita Orang Asli Papua (OAP) melalui Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (Bangkit Papua Tengah) Tahun 2026.
Ketua Tim Pengelola Program (TPP) Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi, di Nabire, Rabu, mengatakan kerja sama penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Bank Papua.
“Hari ini, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Direktur Utama Bank Papua Yuliana D. Yembise telah menandatangani MoU penyaluran BLT Bangkit Papua Tengah,” katanya.
EMPAT KABUPATEN MENJADI WILAYAH PERCONTOHAN
Elieser menjelaskan, setelah penandatanganan kerja sama di tingkat provinsi, proses dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan antara TPP di empat kabupaten percontohan dan masing-masing kepala cabang Bank Papua.
Keempat kabupaten yang menjadi wilayah pelaksanaan program pada 2026 tersebut adalah Paniai, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Dogiyai.
Selanjutnya, TPP di tingkat kabupaten bersama pimpinan cabang Bank Papua akan menyusun rencana tindak lanjut untuk memastikan mekanisme penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Pembahasan tersebut mencakup pembukaan rekening penerima manfaat, sosialisasi program, penetapan jadwal pembayaran, hingga penentuan lokasi atau titik pembayaran (payment point).
MEKANISME PENYALURAN DISESUAIKAN KONDISI GEOGRAFIS
Menurut Elieser, penentuan titik pembayaran akan mempertimbangkan kondisi geografis serta kemudahan akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Wilayah yang memiliki keterbatasan akses menuju kantor Bank Papua akan diupayakan mendapatkan titik pembayaran tambahan sehingga masyarakat tetap dapat menerima bantuan tanpa harus menempuh perjalanan yang terlalu jauh.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis di sejumlah wilayah Papua Tengah memiliki tantangan tersendiri dalam menjangkau pelayanan perbankan.
“Target kita bahwa di bulan November ini, paling tidak di akhir November itu penyaluran bantuan Program Bangkit Papua bisa dilaksanakan, atau program ini bisa diimplementasikan di empat kabupaten ini,” katanya.
VERIFIKASI PENERIMA MANFAAT TELAH DISELESAIKAN
Elieser mengatakan TPP di tingkat kabupaten telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi calon penerima manfaat.
Data penerima yang telah diverifikasi tersebut juga sudah disampaikan kepada Bank Papua untuk diproses dalam pembukaan rekening secara kolektif.
Setelah proses pencetakan buku rekening selesai, dokumen tersebut selanjutnya akan didistribusikan melalui kantor Bank Papua di masing-masing kabupaten.
Dengan persiapan tersebut, pemerintah berharap proses administrasi dan penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditargetkan.
SETIAP BALITA MENERIMA Rp350 RIBU PER BULAN
Program Bangkit Papua Tengah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada 21 Juli 2026 dengan sasaran utama balita Orang Asli Papua.
Dalam program ini, setiap balita yang memenuhi kriteria penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp350 ribu per bulan selama satu tahun. Dengan demikian, total bantuan yang diterima untuk setiap balita mencapai Rp4,2 juta dalam satu tahun.
Untuk menjangkau 4.000 balita, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengalokasikan dana otonomi khusus (Otsus) sebesar Rp16,8 miliar.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga akan disesuaikan dengan jumlah balita yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan keluarga serta memperhatikan kebutuhan anak usia dini di wilayah Papua Tengah.
BANK PAPUA DIPILIH UNTUK PERLUAS JANGKAUAN LAYANAN
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan Bank Papua sebagai mitra penyalur karena memiliki jaringan pelayanan hingga tingkat distrik.
Keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan penyaluran bantuan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses perbankan terbatas.
Elieser menyampaikan optimisme bahwa proses penyaluran BLT dapat terlaksana sesuai target pada akhir November 2026.
Setelah pelaksanaan penyaluran, periode Desember hingga pekan pertama atau kedua akan dimanfaatkan oleh tim pengelola untuk menyusun laporan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
“Kami optimistis penyaluran dapat dilaksanakan sesuai target. Setelah pelaksanaan, Desember hingga pekan pertama atau kedua akan dimanfaatkan untuk pelaporan dan evaluasi program,” ujarnya.
Melalui Program Bangkit Papua Tengah, pemerintah berharap bantuan dapat diterima oleh keluarga sasaran secara tepat dan memberikan manfaat bagi pemenuhan kebutuhan balita OAP di empat kabupaten percontohan. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Komentar