TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menyiagakan sebanyak 275 personel gabungan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau berkepanjangan.
Personel yang disiapkan berasal dari berbagai unsur, yakni TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta Dinas Kesehatan.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo A. Rumbiak mengatakan, penanganan potensi karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar setiap kejadian dapat dicegah maupun ditangani dengan cepat, tepat, terpadu dan terukur.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut Papua Tengah telah memasuki musim kemarau sejak awal Juni hingga September 2026.
“Puncak musim kemarau di wilayah ini diperkirakan berlangsung sejak Agustus hingga September 2026,” ujar Kapolres Mimika, Jumat (28/8/2026).
WASPADA KEKERINGAN DAN KEKURANGAN AIR BERSIH
Kapolres meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal berpotensi meningkatkan kekeringan sekaligus menurunkan ketersediaan sumber air.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama apabila tidak disertai langkah pencegahan sejak dini.
Selain ancaman karhutla, kemarau berkepanjangan juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
“Jika tidak diantisipasi secara dini dan dilakukan penanganan secara bersama-sama, karhutla dapat menimbulkan berbagai dampak serius mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya ekosistem, munculnya kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terganggunya aktivitas sosial dan perekonomian, hingga kerugian sosial maupun material,” jelasnya.
Karena itu, kesiapan personel dan koordinasi antarinstansi dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana selama periode kemarau.
POLRES MIMIKA SIAPKAN POSKO TERPADU
Untuk memperkuat penanganan, Polres Mimika akan membentuk posko terpadu yang melibatkan sejumlah instansi terkait.
Posko tersebut nantinya menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat menerima laporan masyarakat apabila ditemukan kejadian maupun indikasi karhutla di wilayah Kabupaten Mimika.
Kapolres menekankan pentingnya informasi dari masyarakat dalam mendukung deteksi dini. Setiap laporan yang diterima diharapkan dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Hingga saat ini, kondisi Kabupaten Mimika masih relatif aman dan belum terdapat laporan karhutla yang signifikan.
Namun, sejumlah wilayah lain di Papua telah dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan, di antaranya Kabupaten Puncak dan Nabire di Papua Tengah, Fakfak dan Teluk Bintuni di Papua Barat, Kota serta Kabupaten Sorong di Papua Barat Daya, hingga Merauke di Papua Selatan.
KABUT ASAP SEMPAT SELIMUTI TIMIKA
Meskipun belum terjadi karhutla di Mimika, dampak kebakaran di wilayah lain sempat dirasakan masyarakat setempat.
Kabut asap sempat menyelimuti wilayah udara Kota Timika beberapa hari lalu. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Merauke, Papua Selatan.
Meski demikian, berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi udara dan jarak pandang di wilayah Kota Timika hingga saat ini masih relatif aman untuk aktivitas penerbangan.
Jarak pandang tercatat masih berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus meningkatkan kewaspadaan selama periode kemarau. Masyarakat juga diimbau turut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan.
Dengan kesiapan 275 personel gabungan dan pembentukan posko terpadu, penanganan potensi karhutla di Kabupaten Mimika diharapkan dapat dilakukan sejak tahap pencegahan sehingga risiko kebakaran maupun dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Komentar