TIMIKA, Papuatengah.news – Tiga orang yang disebut TNI sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (17/8/2026).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto di Timika mengatakan kontak senjata terjadi ketika Satgas TNI melakukan patroli dan pengejaran terhadap kelompok tersebut hingga menemukan lokasi persembunyiannya di kawasan hutan.
Menurut Lucky, sebelum kontak senjata terjadi, prajurit TNI telah meminta kelompok tersebut untuk menyerahkan diri.
“Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM,” katanya.
Kontak Senjata Terjadi di Kawasan Hutan
Lucky menjelaskan kontak senjata bermula ketika prajurit TNI yang melaksanakan patroli menemukan lokasi persembunyian kelompok yang disebut sebagai anggota OPM di dalam kawasan hutan Distrik Eral Makawia.
Setelah mengetahui keberadaan kelompok tersebut, prajurit TNI memberikan imbauan agar mereka menyerahkan diri. Namun, menurut keterangan TNI, kelompok tersebut kemudian melakukan penembakan sehingga terjadi kontak senjata.
Dalam kontak tersebut, tiga orang yang disebut sebagai anggota OPM tewas.
Lucky mengatakan jasad ketiga orang tersebut kemudian dibawa oleh anggota kelompok lainnya yang melarikan diri ke kawasan hutan.
Delapan Senjata Api Diamankan
Setelah kontak senjata, Satgas TNI melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyisiran tersebut, prajurit TNI mengamankan delapan senjata api beserta sejumlah amunisi yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Lucky, senjata dan amunisi tersebut diduga akan digunakan kelompok bersenjata untuk melakukan gangguan keamanan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengamanan senjata tersebut menjadi bagian dari upaya aparat untuk mencegah potensi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Puncak.
Operasi Mengacu pada Aturan Pelibatan
Lucky mengatakan personel TNI yang berada di bawah kendali Kogabwilhan III menjalankan operasi berdasarkan ketentuan yang berlaku serta aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE).
Menurutnya, aturan tersebut menjadi pedoman bagi prajurit dalam menjalankan tugas agar setiap tindakan dilakukan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.
Ia menegaskan TNI akan terus mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap setiap tindakan bersenjata yang dinilai dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto,” ujarnya.
TNI Ajak Kelompok Bersenjata Serahkan Diri
Lucky juga mengajak seluruh anggota OPM yang masih membawa senjata untuk segera menghentikan aksi bersenjata dan menyerahkan diri.
Ia mengajak kelompok tersebut kembali bergabung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta bersama-sama membangun Papua agar lebih aman dan sejahtera.
“Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera,” katanya.
TNI, kata Lucky, akan terus melaksanakan upaya menjaga keamanan di berbagai wilayah Papua dengan tetap membangun koordinasi bersama pemerintah daerah serta melibatkan dukungan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga situasi keamanan tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan kondusif.

Komentar