Nabire
Beranda / Nabire / APBD Papua Tengah 2025 Surplus Rp345,19 Miliar, Pendapatan Daerah Lampaui Target

APBD Papua Tengah 2025 Surplus Rp345,19 Miliar, Pendapatan Daerah Lampaui Target

NABIRE, Papuatengah.news — Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sepanjang Tahun Anggaran 2025 menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang telah diaudit, realisasi pendapatan daerah berhasil melampaui target yang ditetapkan, sehingga APBD yang semula diproyeksikan mengalami defisit justru ditutup dengan surplus sebesar Rp345,19 miliar.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR Papua Tengah di Gedung DPR Papua Tengah, Nabire, Jumat (31/7/2026).

Pendapatan Daerah Melampaui Target

Gubernur Meki Nawipa menjelaskan bahwa realisasi pendapatan daerah Papua Tengah mencapai Rp4,126 triliun atau sebesar 101,46 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp4,066 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan pendapatan daerah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah sektor yang perlu terus dioptimalkan guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.

DPR Papua Tengah Resmi Bahas Raperdasi Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

“Kinerja pendapatan daerah secara umum telah melampaui target yang ditetapkan. Namun, masih terdapat beberapa komponen yang perlu terus ditingkatkan agar kapasitas fiskal daerah semakin kuat,” ujar Meki Nawipa.

PAD Berikan Kontribusi Signifikan

Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap pendapatan daerah dengan realisasi sebesar Rp601,70 miliar atau mencapai 114,50 persen dari target.

Kontribusi terbesar PAD berasal dari penerimaan pajak daerah yang mencapai Rp543,38 miliar, sedangkan penerimaan lain-lain PAD yang sah tercatat sebesar Rp58,32 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp2,362 triliun atau 99,30 persen dari target yang ditetapkan.

Pemprov Papua Tengah Ajak MUI Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan SDM

Adapun kategori lain-lain pendapatan daerah yang sah berhasil mencapai target secara penuh dengan realisasi sebesar Rp1,162 triliun.

Realisasi Belanja Masih Perlu Dioptimalkan

Pada sisi belanja, realisasi APBD Provinsi Papua Tengah Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp3,781 triliun atau 78,57 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp4,812 triliun.

Gubernur mengakui bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan, khususnya dalam mempercepat penyerapan anggaran.

Secara rinci, realisasi belanja operasi mencapai 80,28 persen, yang terdiri atas belanja barang dan jasa sebesar 78,73 persen, belanja hibah 75,78 persen, serta belanja bantuan sosial yang baru mencapai 26,29 persen.

Polda Papua Tengah Kerahkan 739 Personel Amankan Aksi Penyampaian Aspirasi di Nabire

Sementara itu, realisasi belanja modal tercatat sebesar 61,92 persen, dengan belanja gedung dan bangunan mencapai 50 persen serta belanja jalan, jaringan, dan irigasi sebesar 63,28 persen.

APBD Berakhir Surplus

Meki Nawipa menjelaskan bahwa APBD Tahun Anggaran 2025 sebelumnya dirancang mengalami defisit sebesar Rp745,37 miliar.

Namun, pada akhir tahun anggaran, realisasi keuangan justru menunjukkan surplus sebesar Rp345,19 miliar.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh realisasi pendapatan daerah yang melampaui target, sementara belanja daerah belum terserap secara optimal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memperoleh tambahan penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp1,083 triliun.

Dengan tambahan tersebut, total SiLPA hingga akhir Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp1,429 triliun yang selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pembiayaan APBD tahun berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa capaian kinerja keuangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPR Papua Tengah, pemerintah kabupaten, instansi vertikal, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.

Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Papua Tengah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui penyempurnaan perencanaan pembangunan, percepatan proses pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun anggaran, serta optimalisasi belanja modal agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Raperdasi APBD 2025 Mulai Dibahas

Penyampaian laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut menjadi agenda utama dalam Rapat Paripurna DPR Papua Tengah yang menandai dimulainya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Khusus tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Papua Tengah Tahun Anggaran 2025.

Melalui proses pembahasan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPR Papua Tengah diharapkan dapat memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement