PAPUATENGAH.NEWS – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer Israel untuk memperdalam dan memperluas operasi militer di wilayah Lebanon yang menjadi basis kelompok Hizbullah.
Instruksi tersebut disampaikan Netanyahu melalui rekaman video resmi yang dirilis pada Minggu (31/5/2026), menyusul keberhasilan pasukan Israel merebut kawasan Beaufort Ridge beserta kastil strategis yang berada di puncaknya di wilayah Lebanon selatan.
Wilayah yang baru dikuasai pasukan Israel tersebut dilaporkan berada di luar batas zona keamanan yang sebelumnya menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak pertengahan April lalu.
Dalam keterangannya, Netanyahu menyebut operasi militer akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi keamanan Israel di kawasan perbatasan Lebanon.
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, pasukan darat Israel dilaporkan telah menyeberangi Sungai Litani dan menguasai sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Beaufort yang memiliki nilai militer penting.
Menurut Netanyahu, fokus utama militer saat ini adalah memperkuat kendali dan sistem pertahanan pada wilayah-wilayah yang baru direbut guna mencegah serangan balasan dari Hizbullah.
“Ini adalah tahap yang dramatis dan perubahan dramatis dalam kebijakan yang kami jalankan,” ujar Netanyahu dalam pernyataan videonya.
Selain mengumumkan perluasan operasi, Netanyahu juga menyampaikan klaim terkait dampak operasi militer Israel terhadap Hizbullah sejak konflik di kawasan meningkat pada Oktober 2023.
Ia mengklaim militer Israel telah menewaskan sekitar 8.000 anggota Hizbullah selama konflik berlangsung. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 orang disebut berhasil dilumpuhkan dalam satu bulan terakhir seiring meningkatnya intensitas operasi militer di perbatasan Israel-Lebanon.
Pernyataan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, sementara pihak Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim jumlah korban yang disampaikan pemerintah Israel.
Perluasan operasi militer ini menunjukkan situasi keamanan di kawasan perbatasan Israel dan Lebanon masih tetap tegang meskipun sebelumnya telah terdapat kesepakatan gencatan senjata. Perkembangan terbaru tersebut juga memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi konflik yang dapat berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah.

Komentar