Mimika – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Waa Banti dipastikan tetap berjalan normal setelah terjadi longsor di wilayah tersebut pada Sabtu (25/4) malam.
Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, mengatakan longsor sempat memutus akses jalan menuju rumah sakit, namun saat ini jalur tersebut telah diperbaiki dan kembali dapat dilalui masyarakat maupun kendaraan.
“Pelayanan di rumah sakit itu tidak ada masalah. Pelayanan kesehatan berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Pasien Sempat Ditandu
Saat akses jalan terputus, proses evakuasi pasien sempat terkendala. Salah satu pasien rujukan, seorang ibu hamil, harus ditandu warga melewati area jalan yang longsor sebelum dijemput kendaraan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
“Sekarang semua sudah diperbaiki dan sedang dirapikan. Minggu ini sudah beres,” kata Johannes.
Longsor Tidak Masuk Area Rumah Sakit
Pemerintah memastikan material longsor tidak masuk ke area rumah sakit.
Kepala Distrik Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, menjelaskan longsoran terjadi di ruas jalan depan rumah sakit.
“Tidak benar kalau material longsoran sampai masuk ke dalam rumah sakit. Longsor terjadi di depan rumah sakit,” jelasnya.
Ancaman Sungai Jadi Perhatian
Meski pelayanan tetap berjalan, pemerintah mencatat adanya perubahan jarak antara aliran sungai dan bangunan rumah sakit akibat longsor.
Sebelumnya jarak sungai dengan rumah sakit sekitar enam meter, kini tersisa sekitar empat meter.
Pemerintah daerah bersama PT Freeport Indonesia disebut akan segera menangani kondisi tersebut guna mencegah risiko lebih lanjut.
Faktor Geografis
Menurut Dev Richard Tatiratu, wilayah Tembagapura memiliki kondisi geografis berupa lembah yang diapit bukit dan pegunungan. Saat hujan deras, aliran air turun melewati ruas jalan yang sering digunakan masyarakat.
Air sempat masuk ke area sekitar rumah sakit, namun bukan berupa material longsoran besar.

Komentar