Teheran – Pemerintah Iran memberlakukan kebijakan baru terkait pelintasan kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur paling vital bagi distribusi minyak dan gas global.
Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, sejumlah kapal dari berbagai negara tercatat berhasil melintasi perairan Iran pada 15–16 Maret 2026. Hal ini menandai perubahan dari kebijakan penutupan sebelumnya menjadi sistem blokade selektif.
Dalam skema baru tersebut, Iran memberikan izin kepada negara-negara tertentu, terutama yang dianggap sekutu atau menjaga hubungan diplomatik baik. Kapal tanker berbendera Pakistan, Karachi, misalnya, berhasil melintas dari Teluk menuju jalur yang diizinkan. Kapal pengangkut LPG dari India juga diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah melalui komunikasi resmi.
Selain itu, kapal dari negara seperti Turki, China, serta beberapa negara Eropa—di antaranya Spanyol, Prancis, dan Italia—dilaporkan mendapat akses, meskipun sebagian masih menunggu konfirmasi lanjutan. Negara lain seperti Malaysia, Rusia, Irak, dan Bangladesh juga termasuk yang diberikan izin melintas.
Namun demikian, Iran tetap menutup akses bagi kapal dari Amerika Serikat dan Israel. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari respons atas dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.
Perubahan kebijakan ini terjadi setelah sebelumnya Iran menutup Selat Hormuz menyusul meningkatnya ketegangan dengan AS dan Israel. Penutupan tersebut sempat memicu kekhawatiran global karena jalur ini mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia juga turut melakukan langkah diplomasi. Beberapa kapal Indonesia yang sempat tertahan dilaporkan berhasil keluar dari wilayah tersebut berkat komunikasi aktif antara pemerintah Indonesia dan pihak Iran.
Kebijakan blokade selektif ini menunjukkan upaya Iran menjaga keseimbangan antara kepentingan keamanan nasional dan stabilitas jalur perdagangan global, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Komentar