Mimika — Pengiriman sebanyak 13 ton kopra dari Timika menuju Surabaya, Jawa Timur, menegaskan terbukanya peluang pasar nasional bagi komoditas kelapa asal Papua Tengah. Pengiriman tersebut menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan pasar terhadap komoditas lokal Papua yang memenuhi standar mutu dan kesehatan.
Sebelum dilalulintaskan ke luar wilayah, komoditas kopra terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh Karantina Papua Tengah melalui Pos Pelayanan Pelabuhan Pomako, pada Senin (9/2). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur pengawasan karantina untuk memastikan keamanan dan kelayakan komoditas.
Pemeriksaan mencakup pengecekan fisik guna memastikan kopra bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta verifikasi dokumen dan kesesuaian jumlah serta jenis komoditas yang akan dikirim.
Analis Perkarantinaan Tumbuhan Karantina Papua Tengah, Ramdhani Abdullah, menjelaskan bahwa setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, komoditas kopra akan dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3).
“Dokumen KT-3 menjadi jaminan bahwa komoditas tersebut aman, sehat, dan layak untuk diperdagangkan antarwilayah,” ujar Ramdhani.
Sementara itu, Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menegaskan bahwa pengawasan karantina memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas sekaligus pergerakan ekonomi daerah.
Menurutnya, Surabaya merupakan salah satu pusat industri pengolahan kelapa dan berbagai produk turunannya di Indonesia, sehingga menjadi pasar potensial bagi kopra asal Papua Tengah.
“Ketika mutu komoditas terjaga dan memenuhi standar, produk dari Papua Tengah memiliki peluang besar untuk masuk dan bertahan di pasar nasional secara berkelanjutan,” kata Anton.
Ia menambahkan, kopra masih menjadi bahan baku utama bagi berbagai sektor industri, mulai dari minyak kelapa, pangan olahan, kosmetik, hingga energi terbarukan. Tingginya kebutuhan industri tersebut membuka peluang pasar yang luas bagi daerah penghasil kelapa, termasuk Papua Tengah.
Pengiriman kopra dari Timika ke Surabaya ini dinilai tidak hanya sebagai aktivitas distribusi semata, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat posisi Papua Tengah sebagai pemasok bahan baku kelapa di tingkat nasional.
Dengan jaminan mutu serta kepatuhan terhadap standar karantina, komoditas lokal Papua diharapkan mampu bersaing, memberikan nilai tambah bagi petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Komentar