Hukum & Kriminal
Beranda / Hukum & Kriminal / TPNPB Akui Dua Anggotanya Tewas dalam Kontak Senjata di Yahukimo

TPNPB Akui Dua Anggotanya Tewas dalam Kontak Senjata di Yahukimo

Mimika – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengakui dua anggotanya tewas dalam kontak senjata dengan aparat militer Indonesia di kawasan Jalan Gunung, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pengakuan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi Manajemen Markas Pusat Komite Nasional (Komnas) TPNPB.

Informasi itu disampaikan oleh Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, bersama Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka. Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut dua anggotanya yang tewas bernama Angin Kobak (19), kelahiran Weawen tahun 2007, serta Sel Siep (20), kelahiran Yimo, 5 Juni 2006. Keduanya diklaim gugur saat terjadi kontak senjata dengan aparat militer Indonesia.

Selain dua korban tewas, TPNPB juga mengakui dua anggota lainnya mengalami luka tembak ringan dan saat ini menjalani perawatan secara tradisional di markas kelompok tersebut. Dalam peristiwa yang sama, TPNPB menyebut aparat militer Indonesia menyita lima unit senjata api beserta sejumlah barang lainnya.

Komandan Batalyon HSSBI, Enos M Yoal, bersama Wakil Komandan Jinak Sobolim dan Komandan Operasi Wene Kobak, memastikan bahwa kedua korban yang tewas merupakan anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Atas kejadian tersebut, TPNPB menyatakan duka nasional dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, menegaskan bahwa gugurnya dua anggota tidak akan menghentikan perlawanan kelompoknya. Ia menyatakan perjuangan TPNPB akan terus berlanjut meskipun mengalami kehilangan personel.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

Lebih lanjut, TPNPB melaporkan bahwa jenazah kedua anggotanya baru ditemukan beberapa hari setelah kejadian oleh pihak gereja dan tim kemanusiaan, setelah memperoleh izin untuk mengakses lokasi. Kedua jenazah dilaporkan ditemukan dalam kondisi membusuk dan kemudian dimakamkan di sekitar lokasi kejadian.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan keberatan atas penanganan jenazah korban konflik. Ia meminta agar korban konflik bersenjata diperlakukan sesuai prinsip hukum humaniter internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Siaran pers tersebut turut ditandatangani oleh jajaran pimpinan pusat TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi Goliath Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekkagak Telenggen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement