NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan 2.714 kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk mahasiswa asal Provinsi Papua Tengah pada tahun 2026. Program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua Tengah, khususnya dari wilayah pedalaman.
Gubernur Nawipa menjelaskan, berdasarkan data awal yang telah diterima pemerintah provinsi, sejumlah kabupaten telah mengusulkan calon penerima beasiswa KIP Kuliah. Kabupaten Paniai tercatat mengusulkan sebanyak 219 calon penerima, Kabupaten Dogiyai 131 orang, serta Kabupaten Deiyai 78 orang. Data tersebut akan terus diperbarui sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.
Menurut Nawipa, pemerintah provinsi telah meminta dinas terkait untuk memastikan seluruh data calon penerima beasiswa tersebut segera didorong dan diperjuangkan melalui DPR RI, agar seluruh kuota yang tersedia dapat terserap secara maksimal oleh mahasiswa Papua Tengah.
“Kami ingin memastikan agar semua peserta yang telah diusulkan benar-benar bisa menerima beasiswa ini. Karena ini adalah hak anak-anak Papua Tengah untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang layak,” ujarnya.
Selain fokus pada pendidikan tinggi, Gubernur Nawipa juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menerapkan kebijakan sekolah gratis untuk jenjang SD hingga SMA/SMK. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban orang tua serta meningkatkan angka partisipasi sekolah di seluruh wilayah Papua Tengah.
Ia menambahkan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan Papua Tengah. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya menargetkan peningkatan akses pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan.
“Ke depan, kami berkomitmen melahirkan 100 anak Papua Tengah menjadi dokter spesialis. Ini adalah bagian dari visi besar kami untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada tenaga medis dari luar daerah,” jelas Nawipa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan literasi digital, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga telah menyalurkan bantuan laptop kepada para pelajar. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa yang mengikuti festival pelajar di Nabire, serta kepada pelajar di Kabupaten Paniai, Dogiyai, dan Deiyai.
Gubernur Nawipa menyebutkan, sebanyak 75 unit laptop telah diserahkan kepada 25 siswa di masing-masing kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, dan Deiyai. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses belajar, meningkatkan keterampilan digital, serta memperluas wawasan para pelajar.
“Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk belajar dan mengembangkan diri, karena masa depan Papua Tengah ada di tangan generasi muda,” pungkasnya.

Komentar