Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa berencana memberikan insentif bagi industri padat karya, termasuk sektor tekstil dan alas kaki, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Menkeu, salah satu fokus utama adalah membantu pelaku industri memperoleh akses pendanaan yang lebih murah untuk melakukan peremajaan mesin produksi.
“Nanti kami juga akan bertemu dengan industri tekstil, sepatu, dan lain-lain, di mana mereka memerlukan dana lebih murah untuk peremajaan mesin-mesinnya,” ujarnya.
Libatkan Kementerian dan Pemangku Kepentingan
Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Perindustrian, guna memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran dan efektif.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menghidupkan sektor swasta sebagai salah satu penggerak utama perekonomian.
“Ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi sektor swasta juga harus hidup,” tegasnya.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Pemerintah menargetkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan optimal, baik dari sisi permintaan (demand) maupun sektor produksi, khususnya manufaktur.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya juga telah berdiskusi dengan Agus Gumiwang Kartasasmita untuk meningkatkan daya saing dan ekspor produk manufaktur Indonesia.
Dorong Daya Saing Industri Nasional
Dengan adanya insentif ini, pemerintah berharap industri padat karya mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing di pasar global.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas lapangan kerja, mengingat sektor padat karya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di Indonesia.

Komentar