Dogiyai – Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja melanjutkan Pelatihan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Tahun 2026 yang memasuki hari kedua, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gereja KINGMI Digikotu ini merupakan lanjutan dari pelatihan hari pertama yang digelar pada 4 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal dan koperasi.
Pelatihan hari kedua dibuka oleh Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Natalis Agapa, yang mewakili Bupati Dogiyai. Kegiatan dihadiri jajaran dinas terkait, narasumber, serta ratusan peserta dari wilayah Lembah Kamuu dan Mapia.
Libatkan Beragam Pelaku Usaha
Peserta pelatihan berasal dari berbagai sektor ekonomi rakyat, mulai dari petani, peternak, pengrajin noken, pelaku usaha kios, pengolah pangan lokal, hingga pengurus koperasi.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan koperasi.
Hadapi Tantangan Manajemen Usaha
Dalam sambutannya, Natalis Agapa menegaskan bahwa Dogiyai memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan kerajinan tradisional. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara profesional agar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, seperti lemahnya manajemen usaha, minimnya pencatatan keuangan, serta belum adanya strategi pengembangan jangka panjang.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih tertata, profesional, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Dorong Ekonomi Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, Pemkab Dogiyai berharap pelaku usaha lokal dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan serta memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem ekonomi kerakyatan yang lebih mandiri dan berdaya saing di Kabupaten Dogiyai.

Komentar