NABIRE – Angin kencang disertai hujan gerimis melanda Kota Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah, pada Rabu malam (21/1/2026). Peristiwa tersebut mulai terjadi sekitar pukul 19.30 WIT dan hingga pukul 21.18 WIT kondisi cuaca buruk masih berlangsung.
Hujan gerimis mulai turun bersamaan dengan hembusan angin kencang sekitar pukul 19.50 WIT. Intensitas angin yang cukup kuat mengakibatkan sejumlah dampak di beberapa titik di Kota Nabire, termasuk tumbangnya pohon dan kerusakan fasilitas warga.
Salah seorang warga, Andrean, melaporkan bahwa angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga. Akibatnya, bagian teras rumah mengalami kerusakan cukup parah.
“Bagian teras rumah hancur. Batang pohon yang besar membuat atap seng dan plafon di bagian teras rumah rusak,” ungkap Yulian.
Pantauan wartawan PapuaTengah News, angin kencang juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Di kawasan Kompleks Kalibobo, sejumlah kios milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilaporkan terdampak, bahkan ada yang terbawa angin akibat hembusan yang cukup kuat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot atau sekitar 46,3 kilometer per jam. BMKG juga menyebutkan bahwa masih terdapat potensi peningkatan kecepatan angin dalam beberapa waktu ke depan.
BMKG Nabire mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas, khususnya di luar ruangan. Warga diminta untuk mengamankan barang-barang di sekitar rumah serta menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak demi keselamatan.
“BMKG Nabire akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyampaikan pembaruan informasi kepada masyarakat,” demikian imbauan BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, hujan gerimis disertai angin kencang masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Kota Nabire, dan masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Komentar