Asta cita Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Bupati Deiyai Tegaskan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Utama Tahun 2026

Bupati Deiyai Tegaskan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Utama Tahun 2026

Deiyai – Pemerintah Kabupaten Deiyai memasuki tahun 2026 dengan komitmen kuat untuk menata sektor pendidikan dan kesehatan agar lebih berpihak pada pelayanan langsung kepada masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, saat memimpin apel perdana bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Bupati Deiyai, Waghete, Senin (5/1/2026).

Dalam arahannya, Bupati Melkianus Mote meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai untuk fokus melakukan pengawasan langsung ke sekolah-sekolah, khususnya memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan baik.

“Saya minta mulai sekarang Dinas Pendidikan turun langsung ke lapangan dan pantau seluruh sekolah. Kalau ada sekolah yang KBM-nya tidak berjalan, sekolah itu akan saya tutup. Lebih baik sekolah sedikit tapi guru dan muridnya ada, daripada sekolah banyak tapi KBM tidak jalan. Jangan bangun sekolah hanya untuk mengejar dana BOS,” tegasnya.

Selain pendidikan dasar, Bupati Mote juga menaruh perhatian besar pada pendidikan usia dini. Ia menargetkan agar PAUD dihidupkan di setiap kampung.

“Untuk kampung-kampung yang belum memiliki PAUD, kita akan fokuskan pembinaan melalui sekolah Minggu di gereja,” jelasnya.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

Tak hanya sektor pendidikan, perhatian serius juga diberikan pada bidang kesehatan. Bupati Mote meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai untuk memaksimalkan pelayanan di seluruh Puskesmas yang ada.

“Kita harus fokuskan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Kader kesehatan dan Posyandu di kampung-kampung juga harus kita hidupkan kembali,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas melaporkan langsung kepada Bupati jika menemukan adanya pemotongan hak atau insentif oleh pimpinan fasilitas kesehatan.

“Kalau ada pemotongan hak tenaga kesehatan, laporkan langsung ke saya. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Apel perdana tahun 2026 tersebut menjadi penanda arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Deiyai yang menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, dengan penekanan pada pelayanan nyata dan keberpihakan kepada masyarakat kampung.

Gelombang Kekerasan di Papua Tuai Kecaman, Tokoh Adat: Ini Sudah Melampaui Batas Kemanusiaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement