TIMIKA, PapuaTengah.news – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Hasil kajian menunjukkan sejumlah komoditas lokal berpeluang dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Periset Madya BRIN, Solicah Vichy Budiwati, mengatakan potensi tersebut teridentifikasi melalui kajian selama tiga bulan di Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga.
Kajian tersebut bertujuan memetakan komoditas unggulan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pangan.
“Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan, juga melihat kendala, potensi, peluang dalam pengembangan komoditas unggulan ini, sehingga nantinya dapat dirumuskan melalui satu strategi dalam bentuk rekomendasi kebijakan pengembangan komoditas unggulan,” ujarnya di Timika, Kamis.
Cabai, Pisang, dan Salak Jadi Potensi Hortikultura
Kajian BRIN mencakup lima bidang utama, yakni hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, perikanan tangkap, dan perikanan darat.
Pada sektor hortikultura, tanaman cabai dinilai cocok dikembangkan di Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga. Sementara itu, komoditas buah-buahan yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di wilayah tersebut meliputi salak dan pisang.
Untuk sektor perkebunan, setiap distrik memiliki komoditas yang berbeda sesuai karakteristik wilayahnya. Sagu dinilai potensial dikembangkan di Mimika Timur, kelapa di Mimika Barat, sedangkan kopi robusta menjadi salah satu komoditas yang cocok dikembangkan di Agimuga.
Potensi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Perikanan Berpeluang Menembus Pasar Ekspor
Selain pertanian dan perkebunan, sektor perikanan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang ekonomi besar di Mimika.
Distrik Mimika Timur memiliki potensi perikanan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, terutama melalui komoditas bernilai ekspor. Sementara itu, Mimika Barat dan Agimuga juga memiliki sumber daya perikanan berupa udang dan kepiting bakau atau karaka.
“Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekspor di wilayah Mimika yakni sektor perikanan,” kata Solicah.
Ia menjelaskan, komoditas unggulan di tiga distrik tersebut memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Kopi robusta, misalnya, mempunyai ciri khas dari segi rasa dan aroma. Udang, kepiting, serta berbagai jenis umbi-umbian juga menjadi perhatian dalam kajian karena memiliki karakteristik yang berpotensi dikembangkan.
Kolaborasi Diperlukan untuk Mengembangkan Komoditas Lokal
Pengembangan potensi pertanian dan perikanan di Mimika membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar hasil kajian dapat ditindaklanjuti melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi masing-masing wilayah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika, Darius Sabon Rain, mengatakan hasil kajian BRIN telah menggambarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tiga distrik tersebut.
Hal itu disampaikan dalam seminar hasil kajian pengembangan komoditas unggulan pertanian, perkebunan, perikanan, dan pangan. Sejumlah masukan tambahan dari peserta seminar juga akan dimasukkan sebagai bahan evaluasi.
Darius menjelaskan, BRIDA bertugas menyampaikan sekaligus mengawal hasil kajian dan rekomendasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program teknis.
Transportasi dan Akses Pasar Jadi Tantangan
Menurut Darius, terdapat sejumlah persoalan utama yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan komoditas unggulan di Mimika. Persoalan tersebut meliputi keterbatasan transportasi, akses pasar, serta kurangnya tenaga pendamping, khususnya penyuluh pertanian.
Kendala tersebut perlu ditangani agar hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan masyarakat dapat dipasarkan dengan lebih baik serta memberikan nilai tambah bagi produsen lokal.
Melalui kajian BRIN dan tindak lanjut BRIDA bersama OPD teknis, potensi komoditas unggulan di Mimika diharapkan dapat dikembangkan secara terarah. Upaya ini juga diharapkan membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga.

Komentar