Kesehatan Mimika Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Kabut Asap di Timika Memburuk, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker

Kabut Asap di Timika Memburuk, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker

TIMIKA, PapuaTengah.news – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul kondisi kabut asap yang dilaporkan semakin pekat dalam beberapa hari terakhir.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyao, mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang terhirup.

“Sehingga sangat penting bagi warga untuk menggunakan masker guna mengantisipasi dampak kesehatan dari kabut asap yang dihirup. Kalau ada warga yang mengalami gangguan pernapasan maka sangat diharapkan secara mandiri melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas ataupun klinik,” ujarnya di Timika, Rabu.

Warga Diminta Membatasi Aktivitas di Luar Rumah

Selain menggunakan masker, masyarakat Mimika diminta mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak selama kondisi kabut asap masih memburuk.

Marselino menjelaskan, masyarakat dapat membeli masker secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan perlindungan keluarga. Dinas Kesehatan sebelumnya juga telah membagikan masker kepada warga, tetapi saat ini tidak menyediakan masker untuk pembagian lebih lanjut.

Pemprov Papua Tengah Luncurkan SIAP untuk Permudah Layanan Perizinan

Ia turut mengingatkan warga yang mengalami keluhan pernapasan agar segera mendatangi puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan.

Hampir 73 Ribu Kasus ISPA Tercatat hingga September

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Januari hingga 30 September 2026 mencapai 72.977 kasus.

Meski demikian, data khusus kasus ISPA setelah kabut asap melanda Mimika pada awal Oktober masih dalam proses pengumpulan oleh tim Dinas Kesehatan.

“Ini data secara keseluruhan. Sementara data setelah terjadi kabut asap sejak awal Oktober ini tim kami sedang mengumpulkannya. Nanti saya akan sampaikan data kasus setelah terjadi kabut asap, jadi belum bisa disimpulkan apa mengalami kenaikan atau tidak kasus ISPA sejak terjadi kabut asap,” kata Marselino.

Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah kondisi kabut asap yang terjadi sejak awal Oktober berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kasus ISPA di Mimika.

Papua Tengah Susun RPPLH untuk Arahkan Pembangunan Berkelanjutan

Asap Kiriman dari Karhutla Merauke

Kabut asap yang menyelimuti Mimika disebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mimika, asap yang masuk ke wilayah Mimika merupakan kiriman dari kebakaran di Merauke.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kegiatan masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan transportasi udara.

Pemerintah Kabupaten Mimika telah meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka bagi siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD), dengan mengalihkan pembelajaran menjadi jarak jauh. Sementara itu, siswa SMP, SMA, dan SMK masih menjalani pembelajaran tatap muka dengan tetap menggunakan masker.

Kabut asap juga dilaporkan mengganggu sejumlah aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Polda Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Profesional dan Humanis

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, mengurangi paparan asap, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement