Hukum & Kriminal Mimika
Beranda / Mimika / Wagub Papua Tengah Ajak Warga Mimika Hentikan Konflik dan Perkuat Persatuan

Wagub Papua Tengah Ajak Warga Mimika Hentikan Konflik dan Perkuat Persatuan

TIMIKA, PapuaTengah.news – Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika menjaga persatuan dan menghentikan konflik antarkelompok. Ia menegaskan bahwa pertikaian di tengah masyarakat dapat menghambat pembangunan serta menghalangi upaya mewujudkan kemajuan daerah.

Seruan tersebut disampaikan Deinas dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika, Senin. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya warga asli Papua yang bermukim di Mimika, agar tidak lagi terlibat dalam konflik yang merugikan sesama.

“Konflik yang terjadi ini bukan perang suku, tetapi itu perang saudara maka harus dihentikan. Kita masyarakat Papua harus jadi satu, kalau antarkita sesama Papua terus berkonflik, kapan Papua ini bisa maju dan berkembang,” ujarnya.

Konflik Kwamki Narama Jadi Perhatian

Seruan tersebut muncul setelah konflik antara kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama berlangsung sejak Oktober 2025. Upaya penyelesaian sebelumnya telah dilakukan melalui mediasi kepolisian dan perdamaian adat pada 12 Januari 2026, tetapi pertikaian kembali terjadi.

Pada 24 Juni 2026, kedua kelompok kembali menyepakati perdamaian melalui ritual adat patah panah dan panah babi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Berdasarkan laporan media setempat saat prosesi tersebut, konflik yang berlangsung sekitar delapan bulan mengakibatkan sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Pemprov Papua Tengah Salurkan 34 Motor untuk Dorong Usaha Pemuda OAP di Puncak Jaya

Pada Juli 2026, kepolisian setempat menyatakan situasi keamanan di Kwamki Narama berangsur kondusif setelah kedua kelompok mencapai kesepakatan damai.

Deinas mengingatkan bahwa perbedaan suku dan asal daerah tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dan berkontribusi dalam pembangunan Mimika.

Pembangunan Membutuhkan Dukungan Bersama

Menurut Deinas, Mimika merupakan rumah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian dan mendorong kemajuan daerah.

“Mimika ini milik semua masyarakat yang ada di sini, dari Sabang sampai Merauke. Tidak memandang kamu dari suku mana, tetapi semua yang tinggal di Mimika sama-sama berpikir membangun Mimika di bawah pimpinan bupati dan wakil bupati Mimika,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari masyarakat, TNI-Polri, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), hingga pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan mendukung kepemimpinan daerah dan menjaga situasi tetap aman agar berbagai program pembangunan dapat berjalan.

TNI Siapkan 2.700 Prajurit untuk Enam Batalyon TP di Papua Tengah

Generasi Muda Diingatkan Menjauhi Miras

Selain mengajak masyarakat menghentikan konflik, Deinas menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar menjauhi minuman keras (miras). Ia mengingatkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan.

“Pada momen HUT ke-30 Mimika ini saya berpesan kepada generasi muda berhenti mengonsumsi minuman keras. Karena ketika miras dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan kematian,” ujarnya.

Ia berharap kaum muda dapat menghindari perilaku yang berisiko bagi diri sendiri maupun orang lain serta berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan di lingkungan masing-masing.

Waspadai Risiko Penularan HIV/AIDS

Deinas juga mengingatkan pentingnya pencegahan HIV/AIDS dengan menghindari perilaku seksual berisiko dan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan.

“Angka penyakit HIV/AIDS di wilayah Papua Tengah ini hampir setiap kabupaten ini ada. Saya sangat berharap agar kaum muda menjaga hal ini agar terhindar dari penyakit HIV/AIDS,” katanya.

Dinkes Nabire Catat 322 Kasus ISPA di Tengah Paparan Asap Karhutla

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, terdapat 199 kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan selama Januari hingga Juni 2026 melalui pemeriksaan kesehatan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 kasus ditemukan pada kelompok usia 15–34 tahun.

Sementara itu, sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Mimika mencatat 489 kasus baru HIV/AIDS dari 59.737 orang yang menjalani pemeriksaan.

Deinas berharap momentum tiga dekade Kabupaten Mimika dapat memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, serta mendorong seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement