NABIRE, PapuaTengah.news – Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire menutup pelatihan pembuatan bakso berbahan sari buah merah sekaligus menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 20 peserta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berakhir di Aula Panti Asuhan Putri Mandiri, Jalan Merdeka, Jumat (9/10/2026).
Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan pengolahan pangan dan pengetahuan kewirausahaan. Melalui pemanfaatan buah merah sebagai bahan baku produk bakso, pemerintah daerah mendorong tumbuhnya usaha mandiri yang memanfaatkan potensi lokal.
Dana Otsus Dukung Pengembangan Usaha Masyarakat
Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Jenie Kawer, S.T., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Ia berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dengan memulai usaha bakso sari buah merah sehingga mampu menambah pendapatan keluarga.
“Dana yang dialokasikan bersumber dari dana Otsus untuk pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkannya untuk memulai usaha bakso sari buah merah guna meningkatkan pendapatan keluarga. Alat-alat bantuan ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk usaha dan jangan dipindahtangankan atau dijual,” ujar Jenie Kawer.
Peserta Terima Peralatan Penunjang Produksi
Pada akhir kegiatan, Dinas Perindustrian menyerahkan bantuan sarana dan prasarana usaha secara simbolis kepada para peserta. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung proses produksi awal, terutama bagi peserta yang ingin menjalankan usaha dari rumah.
Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memulai kegiatan ekonomi produktif.
Peserta Berharap Bisa Membuka Usaha di Rumah
Salah seorang peserta, Welmina Pulalo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire atas kesempatan pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan.
Menurutnya, keterampilan baru tersebut dapat menjadi modal bagi peserta, khususnya kaum perempuan, untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui usaha mandiri.
“Dengan penyerahan alat pelatihan ini, tentu kami berpikir untuk bisa langsung membuka usaha sendiri di rumah demi mendukung kebutuhan sekolah anak-anak. Hasil penjualan pentol bakso nanti, berapapun rezeki yang didapat, sangat kami syukuri. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi kami melalui dana Otsus ini,” ungkap Welmina.
Melalui pelatihan dan bantuan peralatan tersebut, Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire berharap peserta dapat mengembangkan keterampilan menjadi usaha berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Komentar